PT PLN (Persero) mencatat wilayah Bangka Belitung (Babel) masih jadi wilayah dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) tertinggi di Sumatera. Berdasarkan catatan PLN, BPP wilayah Babel pada Oktober 2017 mencapai Rp 2.636 per kilowatt hour (kwh). SeÂmentara harga jual listrik hanya Rp 1.212 per kwh. Angka BPP di wilayah BaÂbel nyaris dua kali lipat dari BPP seluruh wilayah SuÂmatera yang sebesar 1.600 per kwh dengan harga jual Rp 1.092 per kwh.
Kepala Divisi PengemÂbangan Regional Sumatera PT PLN, Budi Pangestu mengungkapkan, rasio elektrifikasi Babel sebeÂnarnya cukup bagus, sudah mencapai 100 persen. NaÂmun sayangnya, angka BPP masih cukup tinggi.
"Jumlah pelanggan di Babel paling kecil tapi harÂga jual dan BPP-nya tinggi. Ini terjadi karena sistem kelistrikan di Babel masih terisolasi dari sistem transÂmisi Sumatera," kata Budi di Babel, Jumat (15/12).
Selain sistem kelistrikan yang belum tersambung, lanjut Budi, BPP di Babel tinggi karena masih banÂyaknya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
General Manager PLN Wilayah Babel, Susiana Mutia menyebutkan jumlah PLTD di Babel mencapai 60 persen. Menurutnya, BPP dari satu PLTD bisa mencapai Rp 4.000-5.000 per kwh. "PR (pekerjaan ruÂmah) kami turunkan BPP," ungkapnya.
Susiana mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengurangi pemakaian PLTD dengan pembangkit listrik EBT seperti PemÂbangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dia mengungkapkan, saat ini terdapat 20 proyek PLTS untuk pulau di Babel yang tengah dalam tahapan lelang. "Kami menargetkan seluruh PLTS tersebut bisa commercial on date (COD) sampai 2020 mendatang," ungkapnya.
Selain PLTS, Susiana menerangkan, di Babel juga terdapat 4 proyek PembangÂkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang tengah dalam tahap konstruksi. Untuk PLTBg Cengkong sudah 50 persen dan PLTBg Kenangan 90 persen.
Ada juga PLTBm TempiÂlan 2 dan Pegantungan yang konstruksinya sudah menÂcapai 95 persen. DiharapÂkannya, keempat proyek tersebut bisa beroperasi pada 2018.
Kemudian, lanjut Susi, pihaknya juga akan membangun kabel bawah laut sehingga sistem kelistrikan Babel bisa tersambung ke sistem kelistrikan Sumatera. Semua langkah tersebut diÂtargetkan bisa menurunkan BPP. ***