Berita

Foto: Net

Bisnis

Ini Yang Membedakan Shiseido Dengan Produk Korea

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 08:10 WIB | LAPORAN:

Vice President Prestige Division Shiseido Asia Pacific, Tatsuya Nagai menegaskan bahwa produk dan layanan kecantikan yang diberikan perusahaannya, Shiseido dengan produk Korea.

Dia menerangkan bahwa dari sisi teknologi, Shiseido adalah yang terbaik dikelasnya dan selalu aktif mengkomunikasikan setiap produk dan layanannya kepada konsumen.

"Jadi selain teknologi yang terbaik dan terbukti, Shiseido juga punya pelayanan terbaik dengan spirit Omotenashi, yakni budaya keramahan Jepang. Dua hal itu yang membedakan kami dengan brand Korea," tutur Tatsuya dalam rilis yang siterima redaksi akhir pekan kemarin, Minggu (17/12).


Ia menjelaskan bahwa dalam budaya Jepang ada dikenal istilah Omotenashi yang dapat diartikan sebuah keramahan dan kehangatan. Namun dari perspektif bisnis Omotenashi merupakan sikap yang melayani konsumen dengan sepenuh hati. Spirit ini disebut turut melatarbelakangi produsen kosmetik ini untuk memanjakan konsumen khususnya kaum hawa milenial.

"POP UP Event bertujuan menghadirkan layanan berkualitas tinggi, yang kami sebut sebagai Omotenashi. Ini merupakan spirit Shiseido, dalam memberikan layanan terbaik bagi konsumen, tanpa mengharapkan apapun," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Marketing Manager PT Shiseido Cosmetics Indonesia, Mariana Tjahyana. Katanya Merek Korea juga memiliki perbedaan lainnya dengan Shiseido dari sisi target pasar.

"Biasanya merek Korea lebih untuk ke Younger user, kalau Shiseido target market agak lebih berbeda, karena selain produk untuk entry level, kita juga punya produk untuk usia 40-45. Intinya Shiseido memberikan complete make-up atau beauty whole (kecantikan secara keseluruhan) yang diinginkan pelanggan," tutup Mariana. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya