Berita

Bisnis

Jelang Akhir Tahun, Tata Niaga Beras Sangat Penting

MINGGU, 17 DESEMBER 2017 | 07:44 WIB | LAPORAN:

Dewan Pimpinan Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indoneisa (DPP HKTI) Jawa Timur meminta pemerintah serius menekan lonjakan harga beras.

Jelang natal dan tahun baru 2018, harga komoditas pangan mulai merangkak naik. Sehingga, pemerintah harus segera melakukan upaya preventif untuk menjaga stabilitas harga pokok nasional.

Ketua DPP HKTI Jawa Timur, Ahmad Nawardi memaparkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan, rata-rata harga nasional beras kualitas medium satu mencapai Rp 11.500 per kilogram pada 5 Desember 2017. Pada 1 Desember sebelumnya, harga sempat mencapai Rp 11.900.


Bahkan, lanjut Ahmad, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan beras dua bulan terakhir juga menyumbang inflasi hingga 0,03 persen. Sementara itu, BPS mencatat, harga rata-rata beras kualitas medium bulan lalu di penggilingan sebesar Rp 9.280 per kilogram atau tumbuh 1,79 persen. Kemudian, harga beras kualitas rendah rata-rata sebesar Rp 9.039 per kilogram, atau meningkat 2,33 persen.

Menurut Nawardi, tren kenaikan harga beras akibat dari meningkatnya permintaan jelang natal dan tahun baru 2018. Meski begitu, anggota DPD RI itu menyampaikan bahwa kenaikan harga juga dipicu lemahnya produksi beras nasional.

"Saya kira lazim menjelang natal dan tahun baru, harga beras meningkat. Tahun ini juga disinyalir ada tren begitu. Namun berdasarkan pantauan survei, persentase kenaikan harga tahun ini jauh lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai 3,05 persen kualitas premium, 2,54 persen untuk medium, 4,72 persen untuk yang kualitas rendah," kata Nawardi dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu, (17/12).

Meski pemerintah telah membantu dengan operasi pasar, menurut Nawardi yang senator kelahiran Madura, hal ini hanya akan menjadi solusi jangka pendek.

"Stabilitas tata niaga beras itu kan penting sekali. Jangan sampai pemerintah memberikan data palsu ke masyarakat," terang mantan anggota DPRD Jatim tersebut.

Narwardi mengimbau sinergi antara Kementerian dengan Kementerian Perdagangan harus terus dirawat. Karena, menurut dia, permasalahan utama pada kenaikan harga pangan beras terletak pada penataan produksi.

Tren kenaikan harga beras disinyalirnya akan terus berlangsung selama bulan Desember dan Januari.[wid]

 

 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya