Berita

Politik

Giliran Petani Dan Nelayan Indramayu Minta Cak Imin Nyapres

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 19:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Komunitas petani dan nelayan Indramayu mendeklarasikan dukungan kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin maju sebagai calon pada Pilpres 2019.

"Kami tulus lahir batin mendukung Cak Imin," kata Ketua Komunitas Petani dan Nelayan Indramayu (IKPN) Saudi, 60 tahun.

Menurut dia sosok Cak Imin layak memimpin Indonesia atas perjuangan-perjuangan yang telah dilakukannya. Saudi mencontohkan, penundaan kebijakan penggunaan alat tangkap cantrang sebagai bukti ikhtiar Cak Imin yang lantang membela nelayan.


"Ini kenyataan yang sudah kami sudah rasakan. Beliau mau berjuang sama kami,  ini waktunya kami dukung Cak Imin maju mimpin Indonesia," ujar Saudi.

Sosok Cak Imin yang dikenal sebagai Panglim Santi, menurutnya, juga mewakili sosok pemimpin yang agamis. Berlatar belakang dari pesantren menjadi modal menjalani pemerintahan yang amanah.

"Cak Imin itu dari NU, wes wayahe wong (sudah waktunya orang) NU panglima santri kudu dadi (jadi) presiden," katanya.

Saudi menyampaikan hal itu di sela aksi jalan kaki bersama rekan-rekannya di Jalan Kamplongan Karang Ampel, Indramayu, Sabtu (16/12). Agenda utama aksi adalah menyerukan Cak Imin maju di pilpres.[dem]

Dukungan ini menambah panjang dukungan kelompok masyarakat dari berbagai daerah agar Cak Imin maju pada Pilpres. Deklarasi dukungan atara lain sudah dilakukan komunitas "Marhaenis Hijau Ngahiji" di Bandung. Bahkan sejumlah orang yang menamakan kelompoknya Pro-One Provinsi Sulawesi Selatan mendeklarasikan dukungan agar Cak Imin maju berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya