Berita

Politik

Gerindra: Bukti Kegagalan Ekonomi Jokowi Makin Nyata

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 18:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Bukti kegagalan kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di tahun 2018 akan semakin nyata, terutama ditandai dengan makin menurunnya daya beli masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Sabtu (16/12).

"Klaim Jokowi bahwa daya beli tidak turun karena berpindahnya cara transaksi pembelian masyarakat dari offline ke online tak bisa lagi jadi alasan. Alasan ini sudah dibantah sendiri oleh Jokowi yang akan menggunakan dana desa sebesar 60 triliun untuk mengatasi daya beli masyarakat yang makin turun," ujar dia.


Arief mengatakan alasan pembelaan Jokowi tersebut terjawab dengan riset  AC Nielsen yang menyebutkan perlambatan pertumbuhan FMCG Indonesia di tahun 2917 bukan semata-mata dipengaruhi langsung oleh tumbuhnya e-commerce di Indonesia. Angkanya, core products FMCG e-commerce hanya mencapai kurang lebih 1% dibandingkan dengan penjualan offline secara total.

"Tahun 2018 akan jadi tahun politik dengan disertai daya beli masyarakat yang akan semakin menurun drastis pada masyarakat kelas bawah dan menengah. Salah satu sebabnya adalah karena turunnya take home pay (THP/Gaji total) dari masyarakat," kata Arief.

Penyebab lainnya, kata Arief merujuk temuan AC Nielsen, akibat kenaikan harga-harga produk consumer food dimana masyarakat kelas menengah-bawah mengalami kenaikan living cost (biaya hidup) akibat kenaikan tarif listrik, gas, BBM dan biaya transportasi. Sampai-sampai, konsumsi mie instan, susu bubuk, kopi sampai minuman mengalami penurunan konsumsi oleh Masyarakat karena pendapatan yang menurun nilainya akibat kenaikan harga harga.

Sementara masyarakat kelas menengah atas masih menunggu situasi di mana mereka hanya 'wait and see'. Untuk melakukan pembelian barang barang diluar kebutuhan bahan pokok sehari hari

"Tahun 2018 adalah tahun politik. Sudah sangat jelas kalau nanti Jokowi yang punya syahwat politik untuk kembali berkuasa, tidak akan lagi fokus mengurusi masalah perekonomian Indonesia, dan tentu saja semoga tidak ada krisis ekonomi tahun 2018," kata Arief.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya