Berita

Diskusi Setnov Effect/RM

Hukum

Mantan Hakim: Pengadilan Tipikor Dan KPK Jangan Hanya Garang Ke Setya Novanto

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 14:33 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk tidak hanya menjadikan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov) sebagai satu-satunya orang dari kalangan legislatif yang dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

Mantan hakim, Asep Iwan Iriawan menegaskan bahwa KPK dan pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) haruslah berlaku adil kepada Setnov dengan juga menjerat pihak lain yang memang terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

"Jangan cuma garang ke Setya Novanto tapi garing ke yang lain," ketusnya dalam diskusi bertajuk 'Setnov Effect' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).


Hal itu diungkapkan Asep menanggapi 'hilangnya' beberapa nama orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus itu saat pembacaan dakwaan Setnov dalam sidang perdana beberapa waktu lalu. Padahal dalam persidangan kasus serupa dengan terdakwa dua mantan petinggi Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto serta di sidang pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, ada beberapa nama politisi yang juga mencuat. Sebut saja mantan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Menteri Hukum dan HAM saat ini Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Olly Dondokambey.

"KPK dan aparat pengadilan harus seadil-adilnya, ke nama-nama yang sebelumnya disebut. Dakwaan sebelumnya kan banyak  Di korupsi kan gampang, enggak berbuat sendiri. Ketika tau ceritanya, 'telanjangi' ramai-ramai," desaknya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya