Berita

Foto/Net

Olahraga

LADI Sosialisasi Anti Doping Jelang Asian Games

SABTU, 16 DESEMBER 2017 | 08:50 WIB | LAPORAN:

. Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) untuk kesekian kalinya menggelar sosialisasi anti doping. Sosilisasi kali ini untuk menyambut Asian Games 2018.

Ketua Umum LADI, dr. Zaini Khadafi Saragih telah membuka resmi kegiatan ini Jumat malam (15/12) di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Zaini Saragih bahkan langsung menjadi pembahas pertama dari kegiatan yang diselenggarakan hingga Senin (18/12) mendatang.

Mantan dokter timnas sepak bola Indonesia ini membawakan materi "Organisasi Lembaga Anti Doping (WADA, RADO, LADI)". Didampingi Misbahul Munir sebagai moderator, Zaini Saragih mengurai sejarah anti doping di dunia.


Penentangan terhadap pemakaian doping di tingkat internasional atau global sudah dilakukan sejak lama. Adanya beberapa lembaga anti doping membuktikan tingginya perlawanan terhadap pemakaian doping di olahraga. Di Indonesia, hanya LADI yang diakui oleh pemerintah sebagai institusi anti doping.

Sosialisasi dan Pengawasan Anti Doping Dalam Olahraga yang digagas LADI sejatinya memang ditujukan untuk mengantisipasi pemakaian doping di Asian Games 2018. Kendati demikian, LADI mengundang perwakilan KONI 34 provinsi dan cabang olahraga.

"Kalau semuanya hadir mestinya ada 60-an peserta yang hadir," ujar Wanto dari LADI.

Disayangkan jika ternyata hanya 20-an peserta yang hadir, perwakilan sejumlah KONI provinsi dan beberapa cabor. KONI
Bali, KONI Sumsel, KONI  Joyga, KONI Lampung, KONI Maluku, KONI Aceh, KONI Jateng, KONI Sumut, KONI Sulut KONI Jatim, KONI Jambi,  KONI Ketapang, KONI Sultra dan KONI Sulsel. Sedangkan pengurus cabang olahraga yang ikut serta yakni PB PODSI, PBMI, PB FASI, PB Pertina, PB Pelti, PB FPTI, PP PTMSI, PB IPSI, PB ISSI, PB Porlasi, PRUI dan BCI.

"Sebagian pengurus LADI juga sedang ada kegiatan di daerah dan luar negeri, di antaranya ke Korsel, terkait dengan pelaksanaan anti doping di Asian Games mendatang," ujar Zaini Saragih.

Pada Sabtu (16/12) ini, sosialisasi menghadirkan dua pembicara, yakni dr.Arie Sutopo yang membawakan materi "Doping Secara Umum", dan Dra. Linda Rosalina dengan materi "Organisasi Tim Pengawasan Doping serta Fasilitas Pendukung."

Minggu (17/12), ada tiga pembicara. Junaedi membawakan materi "Prosedur Administrasi dan SOP OOCT & ICT pada Pelatda & Multi Event di KONI Daerah". Setelah itu, ada paparan dari DCO (M. Andi Yahya, Linda Birawati & dr. Andhika Raspati) yang sekaligus melakukan demontrasi pengambilan sample urine.

Kemudian, Kuswahyudi, yang membahas "Anti Doping Administration & Management System". Pada hari terakhir, Senin (18/12), tokoh olahraga Setia Dharma Majid membawakan materi "Management Organisasi Keolahragaan", disusul Cahyo Adi, yang membawakan materi "Result Management". [rus]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya