Berita

Nusantara

Hari Nusantara, Pengembangan Kelautan Harus Sejalan Dengan Kemajuan Teknologi

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 17:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Momentum Hari Nusantara yang jatuh tiap 13 Desember digunakan untuk memperingati keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui secara internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982.

Pengakuan ini didahului oleh diumumkannya "Deklarasi Djoeanda" tanggal 13 Desember 1957 dan akhirnya dirayakan tiap tahun sebagai hari raya nasional sesuai Keputusan Presiden RI 126/2001.

Deklarasi tersebut merupakan sebuah keputusan untuk menyatukan Indonesia sebagai negara kepulauan berbeda dengan apa yang termaktub dalam "Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939", yang menetapkan batas teritorial Indonesia secara terpisah-pisah.


Peringatan Hari Nusantara tahun 2017 ini dilaksanakan di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, hadir mewakili Presiden Joko Widodo untuk membuka acara. Acara itu dimanfaatkan untuk menggaungkan lagi program presiden dalam mengembangkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menteri Koordinator Kemaritiman yang juga Ketua Dewan Pengarah Hari Nusantara 2017, Luhut Binsar Pandjaitan, berpesan agar lautan bisa mempesatukan Indonesia.

"Laut itu mempersatukan, bukan memisahkan. Dari semangat ini hadirlah visi negara kesatuan bagi negara kepulauan terbesar di dunia. Saya sebut ini sebagai posisi silang di antara dua samudera dan di antara dua benua besar, jadi Indonesia berada pada posisi yang strategis,” kata Luhut, Rabu (13/12).

Harus diakui bahwa saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak sadar betapa strategisnya posisi Indonesia dalam dunia internasional. Dengan posisi di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta di antara Benua Asia dan Australia, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan di antara perbedaan yang ada.

Gagasan yang disampaikan oleh Menko Luhut Pandjaitan tersebut juga sejalan dan telah dijalankan oleh Kementerian Perhubungan selama ini. Perhatian Kementerian Perhubungan di bidang laut tampak semakin fokus di beberapa tahun terakhir.

Salah satunya adalah pengembangan rute-rute Tol Laut dalam rangka memperlancar distribusi logistik di seluruh Tanah Air. Terbukti harga bahan bakar minyak telah merata atau sama di seluruh nusantara. Masyarakat di pedalaman Papua sudah bisa membeli harga BBM sama dengan harga yang ada di Jakarta.

Rute Tol Laut sendiri akan terus dikembangkan, termasuk bagaimana kapal-kapal yang melayani Tol Laut itu bisa dimanfaatkan oleh daerah-daerah tersebut untuk memasarkan produk-produknya ke luar daerah lain, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah itu bisa cepat berkembang. Momen Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember juga selalu dijadikan waktu untuk mengevaluasi sejauh mana  peran yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

Karena itu, sejumlah upaya percepatan pembangunan sarana dan prasarana transportasi seperti dermaga, kapal serta fasilitas pendukung lainnya terus dikebut. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, juga terus melibatkan berbagai pihak, pakar maritim, termasuk perguruan tinggi dalam upaya mencarikan solusi bagi percepatan kemajuan di bidang transportasi laut, menyelesaikan persoalan di bidang kemaritiman untuk mensejahterakan rakyat.

Kementerian Perhubungan berupaya mewujudkan program Nawacita Presiden Joko Widodo sekaligus mendorong perwujudan Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui berbagai terobosan demi kemajuan bangsa dan negara. Termasuk  dalam bidang penegakan hukum di laut, meningkatkan keamanan dan keselamatan di laut, penanggulangan pencemaran laut dan pantai serta menyiapkan sumber daya manusia bidang kemaritiman.

Persoalan di bidang kemaritiman terus dipetakan untuk dicarikan solusi, sehingga permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan secara tuntas, termasuk masalah pencemaran lingkungan laut dengan melibatkan semua institusi terkait. Demikian pula di bidang peningkatan keamanan di wilayah perairan dan keselamatan transportasi.

“Untuk itu, perhatian dan pengembangan bidang kelautan harus sejalan dengan kemajuan teknologi maupun peraturan internasional, sehingga Indonesia mampu menguasai wilayah lautnya secara baik dan mampu memanfaatkan seluruh potensinya untuk mensejahterakan rakyat,” kata Menteri Budi Karya Sumadi. [ald/adv]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya