Berita

Sjamsul Nursalim/net

Hukum

KPK Periksa Anak Buah Sjamsul Nursalim Di Gajah Tunggal

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 15:36 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan dua staf PT Gajah Tunggal terkait kasus penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuidtas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa pemeriksaan mereka adalah untuk menjadi saksi. Dua staf itu bernama Nastohar dan Nyoto Ahmad.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAT," ujarnya di Gedung KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12)


Selain itu, KPK memeriksa Direktur General Affair PT Gajah Tunggal, Ferry Lawrentius Hollen.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi terkait tindak pidana korupsi pemberian SKL kepada pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPNN untuk tersangka SAT," terang Febri.
 
BDNI atau Bank Dagang Nasional Indonesia dimiliki taipan Sjamsul Nursalim yang sampai saat ini tidak mau memenuhi tiga kali undangan pemeriksaan oleh KPK.

Syafruddin Arsyad Tumenggung ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 25 April 2017. Ia merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Ia pertama kali diperiksa oleh KPK pada 5 September 2017.

Syafruddin dijadikan tersangka karena dinilai menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana jabatannya yang dapat merugikan keuangan negara.

Dirinya diduga kuat melakukan kongkalikong dengan Sjamsul Nursalim, pemilik BDNI, yang seharusnya masih memiliki kewajiban pembayaran kepada negara.

Disimpulkan bahwa nilai kerugian negara akibat kasus tersebut mencapai Rp 4,58 triliun dari total kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya