Berita

Sahroni/RMOL

Hukum

Persekusi Ancam Keutuhan NKRI

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 15:03 WIB | LAPORAN:

Ketua Garda Pemuda Nasdem DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengingatkan masyarakat tidak melakukan aksi persekusi atau intimidasi.  

Menurutnya, aksi persekusi sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI.

"Tidak boleh satu pun warga masyarakat yang dilakukan intimidasi atau sampai dipersekusi. Ini jelas sangat mengancam semangat kebersamaan dan bahkan mengganggu keutuhan NKRI," kata Nova saat mengisi materi sosialisasi empat pilar anggota MPR RI Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni di Kampus IPDN, Jawa Barat, Jumat (15/12).


Menurutnya, masyarakat tidak boleh main hakim sendiri. Serahkan semua permasalahan kepada pihak kepolisian untuk melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum. Semua pihak harus bekerja sama dapat saling mengingatkan tentang tindakan seperti intoleransi. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan bingkai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara.

"Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman Empat Pilar MPR ini," ujar Nova.

Ahmad Sahroni menambahkan, untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan perilaku negatif, empat pilar tersebut hendaknya dapat dijadikan sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat.

"Kegiatan persekusi dan pemaksaan kehendak yang marak belakangan ini harus disikapi dengan bijak dan proporsional," katanya.

Sahroni yang juga duduk sebagai anggota Komisi III DPR meminta aparat penegak hukum bertindak cermat dan tegas, serta tidak boleh melakukan pembiaran atas kasus persekusi yang terus meningkat intensitasnya belakangan ini. [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya