Berita

Febri Diansyah/Net

Hukum

Surati KPK, Agus Supriatna Minta Pemeriksaannya Ditunda

JUMAT, 15 DESEMBER 2017 | 12:12 WIB | LAPORAN:

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Angkatan Udara, Agus Supriatna tidak bisa memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi pembelian satu unit heli AW-101.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menyatakan bahwa penasehat hukum Agus tadi datang untuk menyampaikan surat pemberitahuannya.

"Tadi penasehat hukum datang dan menyampaikan surat pemberitahuan tidak hadir dan permintaan penundaan pemeriksaan," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/12).


Dalam surat itu, kata Febri, dijelaskan bahwa Agus masih berada di luar negeri. Sementara, lanjut Febri, informasi yang diperoleh pihak KPK seharusnya Agus sudah berada di Indonesia per 8 Desember yang lalu.

"Data perlintasan yang kami dapatkan, per 8 Des sudah berada di Indonesia. Kami akan kroscek lagi soal ini dan koordinasi dengan POM TNI," tukasnya.

Awal mula kasus ini pada bulan April 2016 TNI AU mengadakan pembelian satu unit heli AW-101. Dalam pengadaan pembelian heli tersebut terdapat dua perusahaan yang mengikuti lelang yaitu PT Diratana Jaya Mandiri dan PT Karya Cipta Gemilang.

Sebelum pelaksanaan lelang Irfan mengadakan kontrak dengan produsen Agusta Westland di Inggris dan Italia. Jumlah kontrak pembelian tersebut senilai 514 miliar.

Namun alam lelang, PT Diratama Jaya Mandiri keluar sebagai pemenang dengan nilai kontrak dinaikkan menjadi 738 miliar.Ada selisih 224 miliar yang diindikasikan sebagai kerugian negara.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya