Berita

Nusantara

IYF Mau Madrasah Tingkatkan Daya Saing

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 17:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Era informasi menuntut SDM yang inovatif dan berdaya saing. Hal ini mengingat adanya tren pergeseran tenaga kerja dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan di era mendatang.

Demikian disampaikan Amizarisma selaku Direktur Eksekutif Indonesia Youth Forum ketika ditemui di sela agenda General Assembly bersama stakeholder terkait dalam rangkaian agenda Youth Involvement Forum 2017.

Menurutnya, salah satu tantangan nyata madrasah di era modern adalah membangun daya saing madrasah. Daya saing yang tinggi akan menempatkan madrasah sebagai institusi pilihan sekaligus memberi kontribusi yang lebih besar dalam syiar agama dan memajukan pendidikan nasional.


Sebelumnya, Indonesia Youth Forum menginisiasi lahirnya Youth Involvement Forum sebagai forum tukar pikiran dan gagasan pemuda bersama stakeholder terkait upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam rangka membangun jaringan dan revitalisasi pendidikan berbasis dunia industri dan entrepreneurship.

"Kedepan, kami harap madrasah dapat menginspirasi hadirnya kolaborasi multi sector dan multi actor dalam pemberdayaan dan peningkatan daya saing madrasah di era modern” tandas Amizar (Kamis, 14/11).

Sementara itu, ketika ditemui di tempat lain, Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kemahasiswaan, Ahmad Umar mengungkapkan bahwasanya saat ini unit lembaga yang dipimpinnya sedang menyiapkan berbagai program untuk melahirkan siswa madrasah yang memiliki daya saing yang kompetitif khususnya di era milenial untuk membentuk alumni madrasah sesuai kebutuhan pasar dan menjawab tiga sektor strategis; Kompetensi menuju Perguruan Tinggi, Proffesional Workers dan Entrepreneur.
 
"Kita sedang membangun madrasah vokasi sebagai salah satu instrumen pendukung penguatan minat dan bakat berbasis kebudayaan dan kearifan lokal agar menghasilkan produk yang khas kompetitif,” tambah Umar.

"Saat ini kami juga sedang berupaya mengkaji secara dalam dan signifikan mengenai korelasi antara kurikulum dan metodologi pembelajaran di madrasah dengan kebutuhan pekerjaan di masa mendatang; link and match antara dunia usaha dan industri," sambungnya. [sam]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya