Berita

Net

Nusantara

KPAI Panggil Penerbit Yudhistira Dan Kemendikbud

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 07:26 WIB | LAPORAN:

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadwalkan pemanggilan penerbit PT Yudhistira atas materi buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VI SD yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan bahwa penulisan buku ajar dengan kekeliruan isi bahkan substansi bukan pertama kali terjadi.

"Ini sudah terjadi ke sekian kalinya. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap buku-buku ajar, terutama buku SD," ujarnya kepada redaksi, Kamis (14/12).


Menurut Retno, KPAI juga pernah menemukan adanya konten kekerasan hingga pornografi dalam buku pelajaran sekolah. Pengawasan buku pelajaran mestinya menjadi kewenangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Karena itu, KPAI akan meminta keterangan ke pihak Kemendikbud atas kasus tersebut.

"Jika dalam proses penilaian buku tersebut ada kelalaian Kemdikbud, maka tentu saja Kemdikbud menjadi pihak yang bertanggung jawab," kata Retno.

Dia menambahkan, selain memanggil pihak Kemendikbud, KPAI juga akan meminta penjelasan penerbit buku. Sebagai upaya pengumpulan data dan penjelasan utuh dalam proses penyusunan buku hingga lolos penilaian.

"Pemanggilan dijadwalkan pada Senin 18 Desember 2017 jam 13.30 WIB di KPAI," imbuh Retno.

Belakangan ini tengah ramai perbincangan publik di media sosial soal materi buku IPS kelas VI Sekolah Dasar. Dalam buku keluaran Penerbit Yudhistira dituliskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota dari Israel. Masyarakat mengaitkannya dengan keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Buku pelajaran IPS itu sendiri merupakan terbitan Yudhistira tahun 2008 yang memuat Kurikulum 2006. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya