Berita

Nusantara

Pasar Jaya Akan Bangun 8 Bioskop Rakyat

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PD Pasar Jaya berencana membuka bioskop rakyat yang terjangkau bagi penerima Kartu Jakarta Pintas Plus dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

Untuk tahap awal, PD Pasar Jaya akan membangun bioskop rakyat di delapan lokasi, antara lain berada di Pasar Baru, Jakarta Pusat dan Pasar Telukgong, Jakarta Utara.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, rencana tersebut bertujuan untuk mengubah stigma bioskop rakyat yang kerap dipandang negatif.


"Negatif artinya kumuh. Kemudian banyak hal yang akan kita perbaiki branding-nya dan Pasar Jayanya," kata Arief di Kantor Pusat PD Pasar Jaya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Menurut Arief, nantinya bioskop rakyat akan beroperasi sebagaimana bioskop pada umumnya. Pemutaran film dilakukan tiap hari dengan jam yang terjadwal.

Hanya saja, pilihan film yang ditayangkan agak sedikit berbeda. Arief mengatakan, film yang diputar tidak melulu film box office, melainkan film nasional dengan berbagai genre mulai dari hiburan, drama, hingga dokumenter.

"Justru kita akan usahakan film-film Indonesia," ujar Arief.

Bioskop rakyat diharapkan bisa beroperasi mulai tahun 2018.

Arief mengharapkan PARFI diharapkan bisa membantu ide PD Pasar Jaya untuk mewujudkan bioskop rakyat tersebut mengingat PD Pasar Jaya dan PARFI kini bekerjasama sebagai operator penyelenggara pemutaran film dan manajemen operasional teater.

"Ide mikro-cinema nanti PARFI juga bisa bantu. Itulah kemudian salah satu yang menarik dan bisa menghibur masyarakat marjinal," terang Arief.

Harga tiket yang dipatok direncanakan Rp20 ribu untuk umum dan Rp15 ribu untuk pemegang KJP dan Pasukan Oranye.

"Penerima KJP dan PPSU semua sudah bisa menikmati hiburan-hiburan yang diberikan di pasar," pungkas Arief.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya