Berita

Nusantara

Revolusi Putih Sapa Kampung Akuarium

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 | 03:27 WIB

Komunitas Bidadari Indonesia berkomitmen memberdayakan masyarakat terutama yang kekurangan dari segi ekonomi melalui sejumlah aksi sosial.

"Hari ini kami menggelar Revolusi Putih di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Ini adalah ikhtiar kami dalam membantu masyarakat kurang mampu," ujar Ketua Umum Bidadari Indonesia, Monica Hariyanto, Rabu (13/12)

Kegiatan antara lain diisi dengan pengobatan gratis, pemberian alat kesehatan, sembako gratis dan beberapa hiburan. Melalui program Revolusi Putih, kata Monica, diharapkan terjadi perbaikan asupan gizi di masyarakat yang tentu saja dengan program yang berkelanjutan. Secara khusus dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI yang sudah mendukung kegiatan ini.


"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan menginspirasi banyak pihak. Gizi anak-anak Jakarta semakin baik," sambung Monica.

Monica memastikan bahwa kegiatan seperti di Kampung Akuarium akan digalakkan secara rutin.

Sementara itu Darma, salah satu warga Kampung Akuarium mengatakan, setelah menjabat gubernur dirinya sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Anies Baswedan.

Salah satu hasil komunikasi tersebut antara lain pembangunan kembali kawasan Kampung Akuarium untuk jangka panjang.

Sementara untuk jangka pendek adalah pengaktifan kembali KTP warga. Hal tersebut merupakan penting karena dengan adanya pengakuan dari pemerintah otomatis sara dan prasarana bisa didapatkan.

"Jika kita sudah legal menjadi warga Ibu Kota tentu bisa mendapatkan air dan listrik yang selama ini telah diputus," ujar Darma.

Darma mengatakan, saat ini ada 160 warga di Kampung Akuarium yang masih bertahan setelah digusur saat Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur DKI Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Bidadari Indonesia juga melakukan peninjauan ke salah pulau reklamasi. Di mana, di dalamnya sudah ada bangunan yang mirip apartemen.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya