Berita

Muhammad Taufik

Nusantara

Taufik: DWP 2017 Tidak Dilarang, Jakarta Bersyariah Tidak Pernah Ada

Jakarta Bersyariah Diciptakan Pendukung Ahok
RABU, 13 DESEMBER 2017 | 18:44 WIB | LAPORAN:

Masyarakat Jakarta jangan mengaitkan acara Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 yang akan digelar di JIExpo Kemayoran dengan rumor "Jakarta Bersyariah".

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik, merespons pro dan kontra di masyarakat Jakarta menyikapi festival musik elektronik terbesar di Indonesia itu.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, Gubernur Anies Baswedan maupun Wakil Gubernur Sandiaga Uno tidak pernah mendeklarasikan program Jakarta Bersyariah.


Ia malah menuding bahwa isu Jakarta Bersyariah diciptakan oleh kalangan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok.

"Kalau saya mesti objektif cara melihatnya. Tidak ada pemerintahan Anies-Sandi syariah, itu enggak ada. Kapan mendeklarasikan pemerintahan Anies-Sandi syariah? Itu kan diciptakan oleh kelompok-kelompoknya Ahok." ujar Taufik kepada wartawan, Rabu (13/12)

Taufik sendiri tidak menentang penyelenggaraan DWP 2017 di Jakarta. Tetapi dia meminta aparat tetap menindak setiap pelanggaran hukum yang terjadi di arena acara pesta pora itu.

"Semua kegiatan di Jakarta harus diawasi. Pelanggaran ya mesti ditindak, kalau ada narkoba ditindak. Enggak usah di DWP, orang karaoke saja ditindak kalau ada pelanggaran," tegasnya.

DWP 2017 bakal digelar di Ji-Expo pada akhir pekan ini, 15 dan 16 Desember 2017. Namun, sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Jakarta seperti Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam, dan FBR, menolak kegiatan tersebut dengan alasan acara tersebut tidak sesuai dengan norma agama dan budaya masyarakat.

Bahkan, sejumlah ormas yang tergabung dalam Masyarakat Muslim Kemayoran Bersatu berencana menggelar demonstrasi penolakan terhadap acara itu pada esok hari (Kamis, 14/12).

Di sisi lain,  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, merestui penyelenggaran DWP karena menurutnya dapat berdampak positif bagi perekonomian Jakarta. [ald] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya