Berita

RS Pratama Senggau/Net

Nusantara

Proyek RS Pratama Diperkirakan Molor, Bappenas Ancam DAK Sanggau Distop

RABU, 13 DESEMBER 2017 | 17:42 WIB | LAPORAN:

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan batas waktu sampai akhir tahun ini kepada pelaksana proyek RS Pratama Sanggau menyelesaikan pekerjaannya.

Hal itu dikatakan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, saat melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan dua rumah sakit dan dua puskesmas yang mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Sanggau merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia. Dalam kegiatan itu, Pungkas mengunjungi empat lokasi yang menerima DAK bidang kesehatan yaitu, RS Pratama Sanggau yang mendapat kucuran DAK sebesar Rp 45 miliar,  RSUD Sanggau Rp 19,6 miliar. Selain RS, Puskesmas Entikong juga mendapat kucuran dana sebesar Rp 11,3 miliar dan Puskesmas Balai Karangan Rp 11,3 miliar.


Dari keempat fasilitas kesehatan di perbatasan itu, hanya RS Pratama Sanggau yang kondisinya pembangunannya masih memprihatinkan.

"Pembangunan dua puskesmas di Entikong dan Balai Karangan dipastikan akhir tahun akan selesai. Sedangkan DAK untuk RSUD Sanggau digunakan belanja fasilitas medis. Hanya RS Pratama Sanggau yang kondisinya memprihatinkan," kata Pungkas sebagaimana rilis yang diterima redaksi.

Gedung bertingkat yang rencananya dibangun 2,5 lantai itu baru 75 persen. Sedangkan, akhir tahun ini seluruh pembangunan harus selesai 100 persen. Jika tidak memenuhi target, maka DAK dari pemerintah pusat akan dihentikan.

"Sepertinya tidak akan selesai akhir tahun ini. Sesuai aturan, jika tidak memenuhi target, maka DAK nya dihentikan, dan dilanjutkan dengan menggunakan APBD Kabupaten Sanggau," tegas Pungkas.

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Proyek RS Pratama Sanggau Fathurrahman menyatakan, 200 pekerja sudah dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang dimulai sejak pertengahan Agustus 2017 itu. Bahkan, mereka harus kerja ekstra sampai malam hari.

"Hari Minggu pun kami tetap kerja, untuk mengejar target penyelesaian bangunan rumah sakit ini," tuturnya.

Fathurrahman mengakui, sangat tidak mungkin menyelesaikan bangunan seluas 36x66 meter persegi dalam waktu 142 hari. Idealnya, kata dia, bangunan itu bisa diselesaikan dalam waktu 180 hari.

"Saat ini bangunan sudah dikerjakan sekitar 75 persen, mungkin sampai akhir tahun bisa dikerjakan sampai 85 persen. Diperkirakan pertengahan Januari 2018 sudah selesai semua," kata Fathurrahman yang juga kuasa penuh PT Kreasindo Putra Bangsa ini.

Fatrhurrahman menjelaskan, rencananya rumah sakit ini dibangun dua setengah lantai, sembilan unit kamar inap pasien, yang setiap kamanya diisi lima pasien. Ia juga beralasan, lambatnya pembangunan diakibatkan faktor cuaca.

"Saat ini musim hujan. Sangat sulit melakukan pengecoran dinding dan lantai bangunan. Letak rumah sakit yang terletak di tengah rawa-rawa juga menyulitkan proses pengurukan tanah," jelasnya.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya