Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Penanganan Banjir Era Anies Lebih Keren Dari Era Ahok

RABU, 13 DESEMBER 2017 | 16:35 WIB | LAPORAN:

Penanganan banjir dan genangan air di Jakarta pada masa pemerintahan Gubernur Anies Rasyid Baswedan sesungguhnya bisa dibilang lebih baik jika dibandingkan dengan penanganan banjir pada masa pemerintahan sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan menegaskan, hal itu terjadi karena saat ini penanganan banjir maupun genangan air di Jakarta paling lama hanya tiga jam.

"Sekarang ini jauh lebih cepat penangananya dibanding yang Agustus. Tadi sudah dievaluasi oleh BPBD, bahwa maksimal genangan untuk sampai sekarang ini maksimal tiga jam," klaim Teguh saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).


Anies sendiri dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, Senin 16 Oktober lalu menggantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat Djarot berkuasa, tepatnya bulan Agustus lalu, banjir dan genangan air juga terjadi. Adapun penanganannya memang lebih dari tiga jam.

Baru-baru ini, beberapa titik di Jakarta mengalami banjir maupun genangan air. Salah satu yang terparah adalah di underpass bilangan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Teguh mengakui bahwa hal itu terjadi karena pompa pembuangan air disana tidak berfungsi. Namun hal itu dapat teratasi dalam waktu yang terbilang singkat.

"Itu satu jam setengah udah langsung kering penangananya," tegasnya.

Diyakininya bahwa penanganan atas banjir maupun genangan air bakal lebih cepat lagi. Pasalnya, dia mengaku sudah mendapatkan perintah langsung dari Gubernur Anies untuk menyiagakan semua pompa penyalur air genangan.

"Jadi Pak Gubernur minta evaluasi alat-alat objek vital pengendali banjir maupun genangan itu harus diaktifkan, disiagakan, dalam kondisi on fire," bebernya.

Saat ini, Teguh mengaku bahwa Dinas SDA memiliki 145 rumah pompa yang dilengkapi dengan 451 pompa stasioner dengan kondisi 95 persen. Hanya 5 persen yang tidak bisa dioperasikan.

"Kita back up yang 5 persen yang tidak operasi, kita back up dengan pompa mobile, termasuk sarana-sarana lain yang penunjang. ini kita siagakan. Belum lagi ditambah personil. PPSU, pasukan biru, kita siagakan semuanya," tukasnya. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya