Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tujuh Orang Sudah Dilaporkan Ke Polisi Terkait Pengusiran Ustad Somad

SELASA, 12 DESEMBER 2017 | 22:04 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Insiden Pengusiran Ustad Abdul Somad di Bali berbuntut panjang. Advokat Ismar Syarifudin melaporkan sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku persekusi ke Direktorat Tindak Pidana Umum, Bareskrim Polri.

Ismar menjelaskan dalam laporannya ada tiga hal yang perlu ditelisik oleh kepolisian pertama ujaran kebencian dan provokasi. Menurutnya nama-nama yang dilaporkan telah melakukan provokasi sehingga menyulut emosi masyarakat. Kedua nama-nama yang dilaporkan menjadi bagian dari aksi persekusi terhadap Ustad Abdul Somad.

"Ketiga terkait karena ada ormas yang terlibat saya juga melaporkan sesuai UU Ormas," kata Ismar usai melapor di Bareskrim, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).


Ismar menegaskan, tujuanya melaporkan insiden ini lantaran Indonesia merupakan negara hukum. Di samping dengan adanya laporan ini aksi persekusi tidak berulang. Dia mengharapkan polisi bisa mengelar proses penyelidikan agar kesadaran masyarakat untuk tidak main hakim sendiri bisa terus bertumbuh.

"Intinya saya lakukan pelaporan ini karena saya cinta NKRI, saya Pancasilais maka itu saya lakukan pelaporan terhadap persekusi yang dilakukan pihak-pihak intoleran. Saya selama ini memahami Kapolri menginstruksikan juga kalau ada persekusi akan ditindak tegas," ujarnya

Adapun nama yang dilaporkan Ismar sebanyak tujuh orang yang salah satunya yaitu Senator asal Bali Arya Wedakarna.

Arya diduga ikut melakukan provokator dan sebagai pemicu diusirnya Ustad asal Pekanbaru Riau itu.

"Beliau senator dari Bali. Itu medsosnya dia luar biasa, banyak komentar-komentar yang luar biasa dan ini salah satu pemicu," ujar Ismar. [nes]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya