Berita

Politik

Ditemui Luhut, Emir Qatar Kirim Tim Investasi ke Indonesia

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 17:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Qatar akan mengirim tim teknis guna menindaklanjuti hasil pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Tim tersebut akan bertugas meninjau lokasi potensi investasi yang ditawarkan.

Demikian pernyataan yang disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, setelah mendampingi Menko Luhut dalam pertemuan yang digelar Minggu kemarin (10/12).

Dalam pertemuan tersebut, Luhut  juga didampingi Utusan Khusus untuk Timur Tengah dan OIC, Alwi Shihab; Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi; Deputi I bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim, Arief Havas Oegroseno; dan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Sunarko.


Menurut Dubes Basri dalam keterangan resminya, Emir menyambut hangat kunjungan Menko Luhut dan menyampaikan kesannya yang mendalam terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Emir sangat senang dan memuji leadership Presiden Joko Widodo. Beliau juga bilang (dirinya) sangat cocok dengan Presiden Joko Widodo," ucap Dubes Basri.  

Salah satu pembahasan Indonesia-Qatar adalah kelanjutan rencana investasi Qatar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok. Karena itulah Menko Luhut memboyong Gubernur NTB ke Doha, agar rencana investasi 150 hektar di KEK Mandalika menjadi konkret. Qatar juga tertarik untuk berinvestasi di bidang pariwisata KEK Mandalika, termasuk investasi perpanjangan landasan pacu (runway) bandara di Lombok menjadi 3.000 meter.

Menurut Direktur PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, Ngurah Wirawan, KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1100 hektar. Tadinya investor Qatar ditawarkan area seluas 280, namun mereka ingin fokus di 150 hektar.  Selain Qatar, investor Perancis juga sudah menanamkan investasinya seluas 120 hektar untuk kawasan hotel dan resort.    

Selain sektor pariwisata, pertemuan juga membahas penyelesaian Bilateral Investment Treaty antara Indonesia-Qatar, pengembangan sektor pertanian di Kalimantan, aqua-culture di Sabang, dan sponsorship Asian Games di Indonesia tahun depan. Terkait permintaan Qatar mengenai kerja sama pertanian, Luhut berjanji akan mempersiapkan lahan pertanian di Kalimantan Tengah yang mungkin mencapai 100 ribu hektar.

Luhut dan Emir Qatar pun melakukan pertukaran nomor telepon agar komunikasi mereka tidak hanya di jalur resmi tetapi juga jalur informal.

Menurut Dubes Basri, pertemuan dilanjutkan rangkaian pertemuan bilateral dengan instansi, antara lain dengan Deputy Prime Minister yang merangkap sebagai Menteri Pertahanan, Dr. Khalid bin Mohammad Al Attiyah; Menteri Keuangan, Dr. Ali Shareef Al Emadi yang juga merangkap Sekjen Supreme Council of Economic Affairs and Investment. Pertemuan dilanjutkan dengan lunch meeting bersama Sekjen Kementerian Luar Negeri Qatar, Dr. Ahmad Hassan Al-Hamadi, guna memfokuskan percepatan realisasi pelaksanaan investasi.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menko Luhut, Pemerintah Qatar akan mengirim tim teknis untuk meninjau langsung potensi investasi yang ditawarkan Indonesia. Tim investasi tersebut direncanakan berkunjung pada 27 Desember mendatang.

Menurut Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, pada hari yang sama juga dilakukan pertemuan antara pelaku usaha kedua negara. Delegasi pelaku usaha Indonesia berjumlah 23 orang yang dipimpin Helmy Shebubakar selaku Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Komite Tetap Timur Tengah. Mereka bertemu pengusaha Qatar di Qatar Chamber Commerce (QCC).    

Pada tanggal yang sama, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, berkunjung ke Qatar dengan membawa delegasi investasi guna melakukan pertemuan dengan investor Qatar termasuk CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Emir Qatar ke Indonesia bulan Oktober lalu. [ald]

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya