Berita

Foto: Net

Nusantara

Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Abdul Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu Belanga

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 08:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Umat Muslim sudah menetap di Bali selama delapan abad lamanya dari masa kerajaan hingga era Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selama masa itu, hubungan umat Muslim dan Hindu Bali sangat harmonis.  

Adapun upaya pengusiran dan ancaman yang menimpa Ustadz Abdul Somad di Bali pada hari Jumat lalu (8/12) diharapkan tidak merusak hubungan harmonis antar umat beragama di Bali.

Ketika berbicara dalam upacara penyambutan dirinya di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Minggu (9/12), Ustadz Abdul Somad mengatakan, situasi yang sedang dihadapi saat ini seperti mncabut rambut dari dalam tepung.


"Jangan karena nila setitik rusak susu sebalanga," ujarnya.

Dia mencontohkan hubungan baik itu antara lain terlihat dari sumbangan besar umat Hindu Bali pada sebuah Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Ubud. Dalam kunjungan ke Bali, Ustadz Abdul Somad sempat bertemu dengan pemilik TPA itu.

"Saya tidak ingin, tadi mendapat kabar bahwa kuil dan vihara di dekat airport tutup karena takut kita sweeping. Itu bukan ciri orang Melayu. Menghacurkan itu sama dengan menghancurkan budaya kita," masih kata Ustadz Abdul Somad.

Bangunan rumah ibadah agama lain dibangun di Riau sebagai wujud orang Melayu cinta pada NKRI dan kebhinnekaan.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan mengapa dia pada awalnya tidak mau mencium bendera merah-putih seperti yang diminta oleh kelompok yang berusaha mengusir dirinya.

"Bukan berarti saya tidak cinta NKRI. Saya tidak perlu berikrar di depan orang yang tidak punya legalitas. Apa legalitas mereka? Otoritas mereka untuk memaksa saya harus berikrar di depan dia apa?" ujarnya lagi.

Begitu juga dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dia menambahkan, sampai kini rekaman dirinya menyanyikan lagu Indonesia bisa ditemukan di internet.

"Bicara mengenai menyanyikan lagu Indonesia Raya, masih ada, viral rekamannya. Masih bisa dicari hingga kini. Di Kampung Talang Mamak sana, tujuh jam naik sampan dari Indragiri Hulu," sambungnya.

Seperti halnya Raja Salman dari Saudi Arabia, Ustadz Abdul Somad juga tak punya masalah mencium bendera. Dia hanya tidak mau dipaksa dan didikte oleh orang-orang yang disebutnya sebagai preman nasi bungkus. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya