Berita

Syaiful Jihad/Net

Nusantara

Awas, Kasus Sumber Waras Terulang Kembali

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 07:34 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno diminta berhati-hati dalam pengadaan tanah yang dianggarkan triliunan rupiah.

Dalam RAPBD Jakarta tahun 2018, tertera pengadaan tanah oleh empat SKPD yaitu Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota, dan Dinas Kehutanan senilai Rp 4,93 triliun lebih.

"Anggaran dari penyempurnaan KUA-PPAS 2018 sebesar Rp 2,99 triliun setelah input hasil pembahasan Banggar DPRD naik sebesar Rp 1,94 triliun sehingga menjadi Rp 4,93 triliun. Sungguh fantastis," kata Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad dalam keterangannya.


Menurut Syaiful, Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2018 menyebutkan bahwa penyusunan APBD 2018 antara lain didasarkan atas prinsip tertib, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan dan manfaat untuk masyarakat; transparan, untuk memudahkan masyarakat mengetahui dan mendapatkan akses informasi seluas-luasnya tentang APBD; partisipatif, dengan melibatkan masyarakat.

"Hasil penelusuran kami, hanya usulan Dinas Bina Marga yang menyertakan lokasi tanah sebanyak 20 lokasi, sementara tiga SKPD lain anggarannya gelondongan tanpa menyebutkan lokasi tanah yang akan dibebaskan," papar Presidium Relawan Anies Sandi (PRAS) ini.

Syaiful mengingatkan, usulan pengadaan tanah yang tidak menyertakan lokasi menandakan perencanaan yang buruk, berpotensi terjadi penyimpangan, dan potensi tidak terserap sehingga menjadi SILPA. Anggaran pengadaan tanah seharusnya menjadi bahan Kemendagri dalam mengevaluasi RAPBD 2018 dan jika dianggap tidak sesuai dibatalkan saja.

"Kita tentunya tidak berharap kasus pembelian tanah seperti RS Sumber Waras senilai Rp 755 miliar dan Cengkareng Barat Rp 668 miliar terulang kembali," pungkas Syaiful.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya