Berita

Rahmat Effendi/Net

Nusantara

SURVEI BEKASI INSTITUTE

Mayoritas Warga Masih Ingin Rahmat Effendi Pimpin Bekasi

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 05:19 WIB | LAPORAN:

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat Effendi, Ahmad Syaikhu dan Mochtar Mohamad.

Begitu dikatakan Direktur Eksekutif Bekasi Institute (Center for Public Policy Research and Empowerment), Abdul Shomad Kaffa, dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Senin (11/12).
 
Menurutnya, survei terbaru Bekasi Institute (Center for Public Policy Research and Empowerment) menemukan bahwa Rahmat Effendi masih berada di posisi puncak dukungan dengan raihan 18 persen. Sementara Ahmad Syaikhu mendapatkan 6 persen dan Mochtar Mohamad 2.3 persen.
 

 
"Sedangkan nama-nama lainnya yang muncul, sejauh ini hanya mendapatkan dukungan di bawah 1 persen,” jelasnya.

Survei Bekasi Institute dilakukan 10-17 November 2017. Populasi survei adalah seluruh warga Kota Bekasi yang berumur 17 tahun atau lebih dan yang sudah menikah. Semua populasi pemilih di Kota Bekasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi responden. Sementara jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 400 responden.

Adapun sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Sedangkan margin of error sebesar ± 5,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan sebesar 20 persen dari total sampel dengan cara monitoring dan pendampingan saat wawancara dan crosscheck pasca survei.
 
Shomad menjelaskan, Ahmad Syaikhu saat ini sudah ditarik sebagai kandidat calon wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) mendampingi Dedy Mizwar. Dengan begitu, kemungkinan yang akan bertarung adalah Rahmat Effendi vs Mochtar Muhammad.

Berdasarkan hasil survei Bekasi Institute, kata Shomad, duel Pepen dengan M2 tidak terlalu menarik.
 
"Dari data yang kita dapat, Pepen selalu unggul lawan M2, siapapun pasangan calon wakil walikotanya,” ungkap Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi ini. 
 
Hanya saja, sambung Shomad, dari pasangan kandidat calon wakil walikota yang paling membantu perolehan suara Pepen adalah ketika berpasangan dengan H. Solihin.

Dalam uji simulasi 3 pasang, pasangan Rahmat Effendi-Solihin mengalahkan 2 pasangan lainnya yaitu Ahmad Syaikhu-Lucky Hakiem dan Mochtar Mohamad-Anim Imanudin.
 
"Perolehan suara pasangan Rahmat Effendi-Solihin 43.8 persen, Ahmad Syaikhu-Lucky Hakiem 15.7 persen, dan Mochtar Mohamad-Anim Imanudin  5.4 persen,” katanya.
 
Shomad melanjutkan, desas-desusnya saat ini Pepen akan berpasangan dengan Sutriyono. Sementara, konon, M2 tengah menjalin komunikasi dengan H. Solihin.

Bekasi Institute juga menguji simulasi duet dua pasang calon seandainya dilakukan pemilihan saat survei berlangsung.
 
"Hasilnya, Pepen-Sutriyono dipilih oleh 47,0 persen responden. Sementara M2-H. Solihin menggondol dukungan 9,4 persen. Sangat jauh terpaut. Tapi ingat, masih ada 43,5 persen responden yang tidak memilih keduanya,” demikian Shomad. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya