Berita

Olly Dondokambey/Net

Hukum

SKANDAL KORUPSI e-KTP

KPK Didesak Usut Petinggi Partai

SENIN, 11 DESEMBER 2017 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak mengusut keterlibatan petinggi partai politik dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.

"Salah seorang petinggi parpol yang disebut menerima aliran dana E-KTP adalah Olly Dondokambey. KPK harus usut tuntas," kata Joe Aritonang dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI kepada redaksi di Jakarta, Minggu (10/12).

Berdasarkan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, sebut dia, Olly menerima fee sebesar 1,2 juta dolar AS dalam proyek tersebut. Kala itu, Olly yang saat ini juga menjabat Ketua DPD 1 PDIP Sulut, masih menjabat sebagai anggota DPR sekaligus Bendahara Umum PDIP.


"Dalam data yang diserahkan Nazaruddin ke KPK tahun 2015 lalu, nama Olly disebut bersama Ketua DPR Setya Novanto dan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum," ujar Joe.

Selain itu, dia meminta, KPK juga mengusut nama Olly Dondokambey yang secara terang benderah beberapa kali disebut dalam kasus lain yang ditangani KPK.

Nama Olly, masih kata Joe, muncul dalam surat dakwaan dan disebut menerima uang sebesar Rp 2,5 miliar dalam kapasitasnya sebagai anggota Banggar DPR terkait proses proyek pembangunan P3SON Hambalang.  

Dia menyebut, KPK juga harus memeriksa Olly Dondokambey dalam dugaan korupsi proyek Dana Infrastruktur Daerah Tahun 2011 senilai Rp 7,7 trilliun. Terkait kasus ini, Olly pernah diperiksa KPK sebagai saksi.

Joe menyampaikan pihaknya sudah menyampaikan aspirasinya ke KPK pada Kamis (8/12) lalu. Di hari yang sama, aksi juga dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI di depan kantor DPP PDIP dengan tuntutan berbeda.

"Saat di DPP, kami menyampaikan agar DPP PDIP segera memecat Olly Dondokambey dari Bendahara Umum PDI-P DAN Ketua DPD 1PDIP Sulut," tukas Joe. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya