Berita

Eva Kusuma Sundari/Net

Hukum

HAM Di Tengah Demokrasi Yang Menyusut Di ASEAN

MINGGU, 10 DESEMBER 2017 | 10:57 WIB

PADA Hari Hak Asasi Manusia, kita sebagai anggota parlemen, diingatkan akan peran kita untuk mempromosikan dan melindungi hak-hak rakyat yang kita wakili. Para anggota Parlemen di ASEAN untuk HAM (APHR), yang merupakan anggota parlemen dari seluruh negara Asia Tenggara, berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan demokrasi dan hak asasi manusia untuk semua orang di wilayah ASEAN.

Tahun 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi para pendukung HAM di Asia Tenggara. Di negara demi negara, kita telah menyaksikan kemunduran dari komitmen demokrasi dan HAM serta melihat masyarakat yang rentan tercabut HAM mereka. Di antara perkembangan yang paling penting adalah serangan habis-habisan terhadap demokrasi dan ruang kewarganegaraan di Kamboja, pelestarian perang berdarah terhadap orang miskin di Filipina, dan kekejaman yang tak terkatakan yang dialami suku rohingya di Myanmar. Ada kecenderungan nyata adanya penyusutan ruang demokrasi di kawasan ASEAN.

Semakin banyak, kita melihat para pemimpin Asean di tingkat nasional, regional, dan global yang mencabut tanggung jawab mereka dan gagal mempertahankan hak dan martabat rakyat mereka. ASEAN, khususnya, harus menjelaskan di mana posisinya terkait kecenderungan-kecenderungan yang memprihatinkan tersebut.


Komitmen negara-negara ASEAN dalam Piagamnya untuk menegakkan HAM dan mempromosikan pemerintahan yang demokratis, hanya menjadi kata-kata tanpa makna. ASEAN telah menutup mata dan telinga terhadap HAM yang dilanggar, perlindungan yang terkikis, dan norma dan proses demokrasi yang terinjak-injak. Jika ASEAN benar-benar ingin mewujudkan mantra pembangunan yang berpusat pada RAKYAT, ASEAN harus mengubah arah kerjasama ekonomi antar negara dan menangani tantangan HAM di wilayah ini.

Dalam konteks regional dan global yang sangat dalam ini, sangat penting bahwa pembela hak asasi manusia dari semua jenis, mulai dari aktivis akar rumput hingga anggota parlemen, bergabung bersama untuk melindungi hak semua orang. Kita sebagai anggota parlemen, harus berdiri dalam solidaritas dengan masyarakat sipil karena mereka dengan berani melanjutkan pekerjaan penting mereka, terlepas dari kemunduran dan ancaman.

Tidak semuanya gelap, ada yang harus dilakukan supaya tidak buntu. Mereka yang berada di darat  -LSM, kelompok masyarakat, serikat pekerja, gerakan masyarakat, dan lain-lain - bekerja sama dalam masa-masa sulit, beroperasi di dalam ruang terbatas yang diizinkan, untuk memastikan bahwa masalah  HAM tidak dikalahkan dan dikorbankan demi kemajuan perekonomian.

Kami berkomitmen untuk bekerja dengan mereka menuju ASEAN yang berkeadaban dan menjunjung martabat kemanusiaan.[***]


Eva Kusuma Sundari

Koordinator APHR, Anggota PDI Perjuangan DPR RI

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya