Berita

Hinca Pandjaitan/Net

Dunia

Sekjen Demokrat: Klaim Trump Picu Ketegangan Baru Di Timur Tengah

SABTU, 09 DESEMBER 2017 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Partai Demokrat menentang dan mengecam klaim Presiden AS Donald Trump atas kota Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Klaim Presiden Donald Trump itu akan memicu ketegangan baru di Timur Tengah maupun ketegangan global yang bisa memicu kepada konflik internasional, serta menjadi ancaman terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel," kata Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sabtu (9/12).

Partai Demokrat berpandangan, demi ketenangan dan kedamaian di Timur Tengah maupun kedamaian global, status Yerusalem tetap dipertahankan sesuai Resolusi PBB Nomor 181 tahun 1947 di bawah kewenangan internasional yang hakekatnya menjadikan Yerusalem sebagai kota bersama antara Israel dan Palestina. Selain itu, Yerusalem diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body) menuju solusi permanen atas dasar two state solution.


Partai Demokrat menegaskan konflik Palestina bukanlah konflik agama, namun murni adalah perjuangan hak kemerdekaan Palestina sebagai bangsa. Dan untuk itu, Partai Demokrat menyatakan mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan akan terus berdiri bersama rakyat Palestina memperjuangkan hak kemerdekaannya sebagai bangsa.

"Dalam hal ini Demokrat akan melakukan langkah-langkah politik yang dibutuhkan secara tepat," kata Hinca.

Dilain hal, Partai Demokrat mendukung sikap Pemerintah RI untuk membantu perjuangan rakyat Palestina menuju bangsa merdeka serta agar aktif mengambil posisi menggalang kekuatan global untuk menekan AS secara diplomatis maupun langkah politik lainnya sesuai dengan garis politik luar negeri yang bebas aktif. Tak lupa, Partai Demokrat mendorong PBB maupun Organisasi Negara-negara Islam (OKI) untuk segera mengambil sikap menekan AS dan tidak mengakui klaim Presiden negeri Paman Sam, Donald Trump.

"Partai Demokrat mengimbau seluruh komponen bangsa, agar tetap tenang menyikapi dan memberikan respon atas pernyataan Donald Trump tersebut untuk menjaga kondusifitas dalam negeri," tutup Hinca.[dem] 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya