Berita

Nusantara

Gunung Agung Kembali Erupsi, Bali Tetap Aman Tidak Perlu Khawatir

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 14:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali masih tinggi sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status 'awas' alias level 4.

Meskipun secara visual tidak terlihat adanya erupsi yang disertai dengan semburan abu dan material piroklastik dengan tekanan yang besar sejak 30 September 2017, namun kegempaannya masih tinggi.

Gunung Agung pada Jumat (8/12), pukul 07.59 WITA, kembali terjadi erupsi dengan asap berwarna kelabu tebal, bertekanan sedang dan ketinggian sekitar 2.100 meter di atas puncak dengan condong ke arah barat. Erupsi disertai dengan abu vulkanik.


"Erupsi hanya sesaat, tidak menerus," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, sesaat lalu.

Volume abu vulkanik yang keluar dari kawah masih sangat sedikit. Hujan abu tipis terjadi hanya di sekitar di desa di lereng Gunung Agung, seperti di Dusun Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Sutopo menjelaskan arah angin dominan ke arah tenggara. Tidak ada dampak terhadap aktivitas penerbangan dari erupsi tersebut. Volcano Observatory Notice to Aviation (VONA) masih orange.

"Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok tetap beroperasi dengan normal," ungkapnya.

Gunung Agung masih berada pada fase erupsi. Adanya erupsi adalah fluktuasi hal yang biasa terjadi di dalam pergerakan magma di dalam tubuh Gunung Agung. Pos Pengamatan Gunung Agung dari PVMBG pada har ini pukul 06.00-12.00 WITA, melaporkan kegempaan Gunung Agung tercatat hembusan 10 kali, gempa low frequency 7 kali dan gempa vulkanik dalam 2 kali. Tremor menerus dengan amplitudo 1 - 2 mm, dominan 1 mm.

"Tidak ada lonjakan kegempaan yang tinggi dan menerus," jelas Sutopo.

Kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Secara keseluruhan Bali tetap aman. Silakan bagi masyarakat yang akan berkunjung atau berwisata ke Bali. Tidak perlu takut dan khawatir.

Obyek wisata di Bali aman, seperti Tanah Lot, Sanur, Pantai Pandawa, Gunung Batur, Ubud, Pantai Kuta, Pantai Padang-Padang, Lovina, Dream Land, Nusa Dua dan lainnya. Daerah yang berbahaya hanya di dalam radius 8 kilometer dan perluasan 10 kilometer di sector utara-timur laut dan sectoral tenggara-selatan-barat daya.

Banyak isu-isu menyesatkan yang mengatakan Gunung Agung akan meletus besar. Itu adalah hoax. Hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu dapat memprediksikan letusan gunungapi secara pasti. Kompleksitas yang dimiliki oleh gunungapi menyebabkan sains vulkanologi hingga saat ini belum bisa didekati dengan metode deterministik (yang pasti-pasti).

Vulkanologi adalah sains yang didekati metode probabilistik (yang mungkin-mungkin), dimana unsur ketidakpastian harus selalu dimasukkan. PVMBG terus melakukan pengamatan secara intensif baik pengamatan secara visual, kegempaan, deformasi, geokimia maupun dari satelit. Jika ada peningkatan aktivitas yang membahayakan pasti pemerintah akan memberikan peringatan dini dan mengambil langkah-langkah penanganannya.

Sementara itu, lanut Sutopo, jumlah pengungsi Gunung Agung saat ini sebanyak 66.716 jiwa yang tersebar di 225 titik pengungsian. Secara umum penanganan pengungsi berlangsung dengan baik. Stok logistik mencukupi. BNPB mengkoordinir potensi nasional untuk mendampingi Pemda dalam penanganan erupsi Gunung Agung. Pos Pendampinan Nasional didirikan dan beroperasi aktif 24/7.

"Jika masyarakat ingin memperoleh informasi lebih lanjut dan pengaduan terkait erupsi, kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, kebutuhan ambulance, evakuasi, ternak, pelayanan air bersih, tenda pengungsi, tim petugas lapangan, dan hal-hal penting lainnya, silakan menghubung Call Center Posko Gunung Agung di 0361-234099," demikian Sutopo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya