Berita

Muhadjir Effendy/Net

Nusantara

38 Jurnalis NTT Minta Menteri Muhadjir Jujur Dan Terbuka

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 11:57 WIB | LAPORAN:

Perhimpunan Jurnalis (PENA) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali tetap menuntut klarifikasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang pernyataannya yang dimuat sejumlah media online dan cetak nasional beberapa hari lalu.

Mendikbud dalam pernyataannya, membeberkan laporan Program for International Students Assesement (PISA) saat pertemuan di UNESCO November lalu. Survei PISA menyebutkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masuk ranking paling bawah.

Terkait hal itu, Mendikbud menyebut jika sample dari survei itu adalah siswa-siswi asal NTT. "Saya kuatir yang dijadikan sample Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua," kata Muhadjir.


PENA NTT menilai Mendikbub Muhadjir telah mengkambinghitamkan siswa siswi NTT sehingga menyebabkan kualitas pendidikan Indonesia terpuruk lewat pernyatannya tersebut.

"Kami 38 orang wartawan asal Nusa Tenggara Timur di Bali hanya ingin mencari kebenaran pernyataan Bapak di Harian Jawa Pos," ujar Sekretaris PWI Bali, Emanuel Dewata Oja, Jumat (8/12).

"Jika Bapak memang benar telah mengeluarkan pernyataan itu, dengan rendah hati kami mohon Bapak minta maaflah minimal kepada anak-anak atau adik-adik kami para siswa/siswi NTT bahwa mereka bukan biang kerok terpuruknya peringkat mutu pendidikan Indonesia di mata dunia, semata-mata karena secara nasional mutu pendidikan NTT sangat buruk," pinta Emanuel, melanjutkan.

Emanuel menyebutkan, sudah 72 tahun bangsa ini merdeka, tapi masih banyak siswa/siswi di NTT bersekolah di bawah pohon, satu buku tulis untuk semua mata pelajaran, jalan kaki berkilometer untuk menempuh pendidikan dan seringkali tanpa sarapan pagi. Bahkan para guru harus berkebun karena honor mereka kecil.

"Ini fakta Pak, sementara daerah lain sudah mulai dengan i-learning, belajar lewat internet, ke sekolah tidak sulit transportasi dan banyak kemudahan lain. Kami di NTT menderita 72 tahun malah diejek-ejek. Jika Bapak minta maaf, selesai urusan. Dan kamipun dengan tulus,  setulus tulusnya juga meminta maaf telah meminta Bapak dicopot sebagai Mendikbud, dan kita bersaudara kembali," tuturnya.

Emanuel pun meminta pihak Kemendikbud membuka transkip wawancara dengan wartawan Jawa Pos, jika memang salah kutip seperti disampaikan Mendikbud Muhadjir.  

"Kami meminta Bapak jujur dan membuka rekaman wawancara wartawan JP yang katanya pihak Kemendikbud juga punya transkripnya. Seperti kesepakatan kita tadi malam, kami minta agar Kemendikbud bisa menunjukkan bukti wawancara tersebut hari Selasa (12/12) mendatang sesuai janji tim Kemendikbud," tegasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya