Berita

Hery Haryanto Azumi/RMOL

Politik

Keputusan Trump Soal Yerusalem Picu Radikalisme

JUMAT, 08 DESEMBER 2017 | 03:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bereaksi keras atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Jokowi, panggilan Joko Widodo, meminta Donald Trump mencabut keputusan tersebut.

Reaksi Jokowi atas pernyataan Trump rerbilang sangat cepat. Tak ayal, sejumlah kalangan mengapresiasi pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Salah satunya, Sekjend Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi.

Menurut Hery, sikap Jokowi terhadap keputusan Trump sudah tepat. Itu sebagai bukti bahwa Presiden Jokowi peduli atas konflik berkepanjangan di Yerusalem.


"Keputusan Donald Trump (Yerusalem jadi Ibukota Israel) akan memperkeruh konflik di sana," kata Hery di sela-sela kunjungan kerjanya di Ponpes Nurul Iman, Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

Seharusnya, lanjut Hery, Presiden Trump memperhatikan proses perdamaian yang susah payah dicapai.

"Jika begini, Trump sama saja memancing tumbuhnya radikalisme di mana-mana dan menjerumuskan dunia dalam konflik berkepanjangan," ujar Hery di Ponpes pimpinan (Alm) Habib Saggap Bin Mahdi Bin Syech Abu Bakar Bin Salim.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan Presiden AS menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi.

Pengakuan sepihak tersebut kata Jokowi telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya  tetap konsisten untuk  terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," papar Jokowi.

Hery yang juga menjabat Wasekjend PBNU berharap pernyataan Presiden Jokowi menjadi rujukan para pemimpin dunia agar tercipta perdamaian di Yerusalem.

"Ya, saya berharap ini bisa jadi rujukan pimpinan negara-negara lain. Ini sikap yang sangat bagus dari preaiden kita," pungkas Hery.‎ [nes]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya