Berita

Triana Dewi Seroja/DPP PPP

Hukum

Wanita Cantik Pro Ahok Ini Minta Ahmad Dhani Ditahan

JUMAT, 01 DESEMBER 2017 | 12:13 WIB | LAPORAN:

Pendukung Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama senang akhirnya polisi menetapkan musisi Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka ujaran kebencian.

"Sudah tersangka ya? Alhamdulillah, pastinya polisi punya bukti yang kuat untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka," ujar Triana Dewi Seroja yang dikenal aktif mendampingi Ahok saat sidang.

Menurut dia, langkah Polri itu menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun kebal hukum di negara ini. Penyebaran ujaran kebencian lewat media sosial dinilainya sudah sangat meresahkan. Apalagi jika hal itu diduga dilakukan oleh seorang publik figur yang seharusnya memberi contoh baik kepada masyarakat.


"Saya pribadi mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polri untuk menindak tegas para menyebar ujaran kebencian. Ujaran kebencian sangat membahayakan bagi kesatuan NKRI, jadi bila ada yang diduga melakukannya harus ditindak tegas agar menjadi pembelajaran dan agar ada effect jera dan berhati-hati dalam menggunakan medsos," tegas politisi Partai Persatuan Pembangunan berparas cantik ini.

Ia berharap polisi cepat memproses kasus Ahumad Dhani tersebut sehingga bisa disidangkan.

"Dalam persidangan itu juga akan kita lihat bahwa sebenarnya dugaan tindak pidana yang dilakukan Ahmad Dhani terbukti atau tidak," ujar Triana dalam rilisnya, Jumat (1/12).

Triana pun mendorong polisi agar menahan Ahmad Dhani selama menjalani proses pemeriksaan kasus ini. "Bukan intervensi loh! kita orang hukum mari berbicara tentang hukum," cetusnya.

Menurut dia, Ahmad Dhani sudah memenuhi pasal 21 ayat 4 KUHAP untuk ditahan. Pasal tersebut menyatakan penahanan dapat dilakukan terhadap tersangka yang diancam tindak pidananya di atas lima tahun atau lebih.

"Sebagaimana kita ketahui Ahmad Dhani dijerat UU ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 A dengan ancaman pidana maksimal enam tahun.  Selain itu dalam kasus ini, menurut saya, syarat subyektif yang ada pada Pasal 21 KUHAP Ayat 1 yang berbunyi, apabila terdapat kekhawatiran bahwa tersangka dapat melarikan diri atau dikhawatirkan mengulang tindak pidana atau dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dapat menjadi dasar untuk dilakukannya penahanan," urai Triana.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya