Berita

Politik

Perang Teknologi Generasi Milenial Jadi Bahan Diskusi Kamisan TMP

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 18:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Taruna Merah Putih (TMP) kembali menggelar diskusi Kamisan, yang digelar secara rutin seminggu sekali. Diskusi Kamisan kali ini bertemakan "Perang Teknologi Generasi Milenial."

"Diskusi Kamisan dilaksanakan sebagai media pendidikan politik TMP, terkhusus kepada para pelajar, mahasiswa dan kaum muda secara kesuluhan," kata penanggungjawab Diskusi Kamisan, Ayub Parengkuan, di kantor DPP TMP, Jalan Cik Ditiro Menteng, Jakarta Pusat (Kamis, 30/11).

Menurut Ayub, diskusi  Kamisan mengangkat tema-tema yang berhubungan dengan dinamika yang terjadi. Dan saat ini, generasi milenial Indonesia sedang "berperang" untuk memanfaatkan hal baik dari perkembangan teknologi.


Dia menjelaskan, partai politik harus melakukan perubahan gerak di segmen teknologi. Sehingga partai politik bisa memahami kondisi sosial masyarakat, terkhusus generasi muda.

"TMP mau terlibat aktif mendorong pemanfataan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Ayub.

Acara ini dihadiri sekitar 100 anak-anak muda dari berbagai organisasai seperti Kosgoro dan Banteng Muda Indonesia. Hadir juga para mahasiswa dari beberapa kampus, termasuk Universitas Indonesia (UI).

Hadir sebagai pembicara dosen komunikasi UI Edhy Aruman, Kedeputian bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden (KSP) Agustinus Eko Rahardjo, praktisi media sosial Hariadhi dan pembuat e-Tani Davyn Sudirjo.

Para peserta mengapresiasi kegiatan ini. Herianto dari STIE Jayakusuma misalnya mengatakan bahwa dengan kegiatan ini anak-anak muda bisa memahami mana hoax yang berkeleliaran di dunia maya. Di saat yang sama, peserta bisa mengetahui cara mendeteksi berita-berita hoax.

Hal senada disampaikan Ratna Putri, mahasiswa STAB Nalanda. Bagi dia, acara ini bisa menambah wawasan soal kemajuan teknologi dan cara menggunakan secara baik.

"Acara ini bagus banget. Sangat mendidik," ujarnya. [sam]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

Harga Emas Meroket di Tengah Perang Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 08:14

Bareskrim Tangkap Kurir Bandar Narkoba Koh Erwin di Riau

Senin, 02 Maret 2026 | 08:02

Serangan Balasan Iran Guncang Pasar Global, Futures Wall Street Anjlok

Senin, 02 Maret 2026 | 07:46

Dampak Perang Iran Meluas, UEA Hentikan Perdagangan Saham

Senin, 02 Maret 2026 | 07:32

Pengasuh asal Filipina Tewas Dihantam Rudal Iran di Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 07:18

UEA Tutup Kedutaan di Teheran Usai Digempur Rudal Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 07:04

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Polisi Terbitkan Dua DPO dalam Kasus Peredaran Narkoba di Bima

Senin, 02 Maret 2026 | 06:45

Telkom Solution Raih Penghargaan Atas Pengelolaan Komunikasi Bisnis

Senin, 02 Maret 2026 | 06:29

Indonesia Seharusnya Punya Naluri Anti-Kolonialisme dan Imperialisme

Senin, 02 Maret 2026 | 05:51

Selengkapnya