Berita

Yuddy-Presiden Ukraina/RMOL

Dunia

Bertemu Empat Mata Dengan Presiden Ukraina, Ini Yang Dibicarakan Dubes Yuddy

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 01:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, di Istana Kepresidenan Ukraina, di kota Kyiv, Selasa (28/11).

Prosesi penyerahan kredensial tersebut dilakukan berdasarkan protokoler Pemerintah Ukraina. Dimulai dengan pengarahan dari Kementerian Luar Negeri Ukraina dan dilanjutkan dengan penyambutan di istana Presiden. Di Istana, Dubes RI langsung disambut Presiden dilanjutkan dengan pertemuan tête-â-tête (pertemuan pribadi empat mata) dengan Presiden Poroshenko.

Pada acara penyerahan surat kepercayaan tersebut, Dubes Yuddy menyampaikan salam hangat dari Presiden RI, Joko Widodo dan Rakyat Indonesia kepada Presiden Poroshenko dan segenap rakyat Ukraina.


"Hubungan bilateral antara Indonesia dan Ukraina telah terjalin dengan sangat baik dan bernilai historis. Hubungan yang saling menguntungkan dengan Ukraina dan akan meningkatkan pertukaran budaya antara kedua bangsa," kata Yuddy melalui keterangan tertulis kepada redaksi.

Dalam pertemuan empat mata, Dubes Yuddy juga menyampaikan bahwa Indonesia melalui KBRI Kyiv berpartisipasi dalam pembangunan anjungan dan taman Indonesia di Gryshko National Botanical Garden serta pembuatan miniature Indonesia di Taman Miniatur Ukraina dalam rangka diplomasi budaya tersebut.

Disampaikan kepada Presiden, bahwa bangunan dan arsitek yang ada di kedua tempat tersebut adalah langsung didatangkan dari Indonesia dan dikerjakan oleh orang Indonesia.

Menurut Dubes Yuddy, KBRI Kyiv telah menyampaikan kepada Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia untuk dapat meresmikan dua symbol persahabatan itu pada medio tahun 2018. KBRI Kyiv, lanjut Dubes Yuddy, juga merancang serangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan hubungan ekonomi dan budaya.

Di tahun 2018 ini, KBRI mempersiapkan sebuah forum yang akan mempertemukan kalangan bisnis di kedua negara. Juga akan digelar Indonesia Festival yang menggabungkan kegiatan seni budaya dan perdagangan dalam rangka peningkatan hubungan bilateral.

Hubungan yang telah terjalin dengan baik antar dua bangsa, diharapkan dapat terus terjalin terutama di fora internasional.  Dukungan Ukraina terhadap pencalonan Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB sangat dihargai, demikian juga diharapkan dukungan Indonesia terhadap keutuhan dan kedaulatan wilayah Ukraina.

Sejarah hubungan antara Ukraina dengan Indonesia dimulai pada tahun 1946, ketika delegasi Ukraina, yang saat itu merupakan bagian independen dan otonom dari Uni Soviet mengajukan agresi Belanda sebagai "Masalah Indonesia" (Indonesia Question) di PBB. Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB (1948-1949), Ukraina banyak memberikan bantuan moril dan diplomasi kepada RI terkait pembahasan perjuangan kemerdekaan Indonesia "Masalah Indonesia" di PBB.

Saat pecahnya Uni Soviet, Indonesia memberikan pengakuan kepada Ukraina sebagai negara yang berdaulat pada 28 Desember 1991 dan jalinan hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 11 Juni 1992. Pada 5 hingga 7 Agustus 2016, menjadi titik tolak penguatan kembali hubungan kedua negara saat kunjungan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, ke Indonesia. Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Poroshenko di Jakarta pada 5 Agustus 2016, sepakat untuk menguatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang antara lain kerjasama saling dukung, ekonomi dan perdagangan serta kerjasama di bidang pendidikan, sosial dan budaya.

Saat ini, Ukraina merupakan mitra dagang terbesar kedua Indonesia di Kawasan Eropa Tengah dan Timur setelah Rusia. Pada tanggal 18 Oktober 2017 lalu, media elektronik dan cetak terkemuka di Ukraina, Ukrinform mengangkat judul utama “Ukraine to Increase Exports To Indonesia”, yang menyoroti peran Dubes Yuddy dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Media tersebut mengungkapkan pernyataan Deputi Menteri Pertanian yang melihat peran Dubes Yuddy dalam peningkatan hubungan ekonomi, pendidikan dan kebudayaan antara kedua negara. Bahkan di tahun 2017 ini, volume dagang Indonesia – Ukraina meningkat cepat hingga 35%. Dalam waktu yang singkat, Yuddy berhasil membangun Paviliun Indonesia berasitektur Jawa Barat dan membangun miniatur Indonesia di Ukraine Miniatur Park, Kyiv. [san]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya