Berita

Foto/Net

Bisnis

Bisnis Ritel Kurang Manis

Penjualan Akhir Tahun Diramal Cuma Naik 15 Persen
SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asosiasi Pengusaha Ritel In­donesia (Aprindo) memprediksi akan ada kenaikan penjualan saat musim liburan Natal dan Tahun Baru 2018 sebsar 10-15 persen. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penjualan ritel kurang manis.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, peningka­tan penjualan pada akhir tahun merupakan suatu yang sangat umum. Pasalnya setiap tahunnya, pengusaha ritel selalu menga­lami kenaikan penjualan. Adapun produk yang paling diminati seperti sriup, biskuit, minuman bersoda dan makanan siap saji.

"Kalau Ramadhan kenaikan­nya 30-40 persen dari tahun ke tahun. Natal itu mereka suka produk sirup, biskuit jadi yang mereka minuman bersoda soft drink lalu juga makanan ringan yang siap saji atay siap dima­kan," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, kemarin.


Meski begitu lanjut Roy, ang­ka tersebut relatif lebih rendah jika dibandingkan tahun sebe­lumnya. Di mana pada Natal tahun sebelumnya penjualan bisa mencapai 25-30 persen. "Kalau Natal realistisnya 10-15 persen, tapi biasanya bisa 25-30 persen," jelasnya.

Turunnya angka penjualan ada akhir tahun ini disebab­kan karena adanya pergeseran konsumsi. "Karena masih ada fenomena pergeseran konsumsi. Yang masyarakat atas pada me­nahan konsumsinya," jelasnya.

Gandeng Bulog


Aprindo juga menggandeng Perum Bulog untuk memenuhi pasokan bahan pokok ke ritel-ritel modern dan pasar tradis­ional. Menurut Roy, Aprindo akan mendapat pasokan empat komoditi pangan utama seperti beras, gula, daging beku dan minyak goreng.

"Dengan kerja sama ini kami harapkan yang pasti anggota Aprindo lebih pasti dapatkan stok, terutama kalau kita bicara empat komoditi yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami harapkan itu terjaga melalui kerja sama ini," ujarnya.

Namun sebagai langkah awal, pihaknya akan menyerahkan kepada masing-masing anggota di daerah. Karena kebutuhan masing-masing daerah akan ba­han pokok berbeda-beda. Roy ber­harap, jika implementasi dari kerja sama ini bisa terealisasi segera. Karena ada beberapa daerah yang sudah sangat mengharapkan pa­sokan terhadap empat komoditas tersebut bisa segera masuk.

Khususnya di wilayah-wilayah timur Indonesia. Di­mana wilayah timur Indonesia masih banyak pengusaha yang mengeluhkan terbatasnya pa­sokan karena sulitnya akses transportasi. Misalnya, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Ambon, dan Jayapura.

"Sementara Indonesia tengah dan barat lebih stabil, tapi In­donesia timur karena masalah logistik dan transportasi yang terkendala," imbuhnya.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, kerja sama ini menjadi landasan bagi pelaksanaan penyediaan ko­moditi pangan pokok dengan mitra atau rekan usaha. Sehingga pendistribusian pangan pokok dengan kualitas baik dan harga terjangkau sesuai arahan pemer­intah bisa berjalan dengan baik.

"Jadi pendistribusian pangan pokok kepada konsumen dengan mutu baik dan harga sesuai pe­merintah untuk stabilisasi harga pangan," ujarnya.

Djarot berharap, jika kerja sama ini bisa ditingkatkan den­gan asosiasi lainya. Sehingga target pemerintah dalam memer­atakan distribusi bisa terlaksana­kan dan terus berkembang. Jadi kerja sama ini harus bisa diting­katkan dengan asosiasi lainnya sehingga jaringan pemasaran Bulog dan target pemerintah dalam memeratakan distribusi dapat berkembang. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya