Berita

Idrus Marham/net

Hukum

Idrus Marham Minta Jadwal Ulang Jadi Saksi Meringankan Novanto

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 20:54 WIB | LAPORAN:

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, masuk daftar sembilan saksi meringankan yang diajukan tersangka Setya Novanto dalam proses penyidikan kasus KTP elektronik.

Tetapi, Idrus tidak hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan hari ini. Jurubicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, Idrus minta penjadwalan ulang untuk diperiksa sebagai saksi meringankan.

"Pemberitahuan tidak hadir dikirimkan oleh Idrus Marham. Staf datang ke KPK mengantar surat (menjelaskan) tidak bisa datang dan minta penjadwalan ulang," kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (27/11).


Selain Idrus, saksi lain yang juga tidak hadir adalah politisi Golkar, Melki Laka Lena. Febri menyebut saksi Melki tidak hadir karena ada tugas partai ke luar kota.

Ada sembilan saksi dan lima ahli yang diajukan Setya Novanto kepada penyidik untuk meringankannya dalam kasus E-KTP.

Sembilan saksi meringankan berasal dari Partai Golkar yaitu Rudi Alfonso, Melky Lena, Anwar Puegeno, Idrus Marham, Agun Gunanjar, Robert Kardinal, Aziz Syamsudin, Maman Pesmana, dan Erwin Siregar. Rudi dan Agun sudah pernah diperiksa menjadi saksi pada kasus E-KTP.

Sementara untuk saksi ahlinya yaitu Mudzakir, Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, Supandji, dan Margarito Kamis.

"Saksi yang hadir Maman Pesmana selaku Wakil Sekjen Partai Golkar dan Aziz Syamsudin selaku Anggota DPR-RI. Ahli yang hadir adalah Margarito Kamis yang merupakan ahli hukum tata negara," jelas Febri. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya