Berita

Agung Laksono/Net

Wawancara

WAWANCARA

Agung Laksono: Kalau Bisa, 2018 Partai Golkar Tidak Bicara Lagi Masalah Internal Melulu...

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 10:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kem­bali muncul usai Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP. Kini Novanto berstatus tahanan KPK. Terkait proses rehabilitasi internal Partai Golkar, Agung Laksono mendorong supaya segera digelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

Dia berharap munaslub diada­kan sebelum akhir tahun ini. Berikut penuturan lengkap eks Menkokesra tersebut kepada Rakyat Merdeka;

Anda seperti ngotot sekali menginginkan Golkar segera menggelar munaslub pasca penahanan Setnov. Ada apa ini?
Ini kan tahun politik sudah semakin dekat. Kalau terlalu lama, saya khawatir akan meng­ganggu apa yang sedang diper­juangkan oleh bangsa, dan apa yang sedang diperjuangkan oleh Partai Golkar dalam rangka menyongsong Pilkada 2018, dan Pemilu 2019. Jadi saya kalau bisa maunya 2017 ini juga di­laksanakannya. Tujuannya su­paya 2018 sudah menyelesaikan problem internal yang dihadapi Partai Golkar selama ini, seperti kasus hukum dan sebagainya yang menyangkut kader Golkar. Saya ingin ini dijadikan mo­mentum untuk memperbaiki Partai Golkar, memperbaiki kinerja kader Partai Golkar, dan memberi image yang baru ke­pada Partai Golkar, yaitu image yang menggambarkan semangat anti-korupsi, berprestasi, dan berkarya. Ini tentu membutuh­kan waktu, ada syarat waktunya. Makanya, lebih cepat pelaksa­naan munaslub akan lebih baik.

Ini kan tahun politik sudah semakin dekat. Kalau terlalu lama, saya khawatir akan meng­ganggu apa yang sedang diper­juangkan oleh bangsa, dan apa yang sedang diperjuangkan oleh Partai Golkar dalam rangka menyongsong Pilkada 2018, dan Pemilu 2019. Jadi saya kalau bisa maunya 2017 ini juga di­laksanakannya. Tujuannya su­paya 2018 sudah menyelesaikan problem internal yang dihadapi Partai Golkar selama ini, seperti kasus hukum dan sebagainya yang menyangkut kader Golkar. Saya ingin ini dijadikan mo­mentum untuk memperbaiki Partai Golkar, memperbaiki kinerja kader Partai Golkar, dan memberi image yang baru ke­pada Partai Golkar, yaitu image yang menggambarkan semangat anti-korupsi, berprestasi, dan berkarya. Ini tentu membutuh­kan waktu, ada syarat waktunya. Makanya, lebih cepat pelaksa­naan munaslub akan lebih baik.

Kalau dipaksakan munaslub apakah tidak khawatir justru memperkeruh kondisi inter­nal?

Ya memang tidak ada jalan lain, karena kan Pak Novanto sudah ditahan. Jadi biarlah dia mengikuti prosedur hukumnya. Sementara itu kader Golkar harus fokus memperbaiki kon­disi internalnya.

Apa tidak bisa mengandal­kan Plt untuk menghadapi 2018?
Plt itu kewenangannya terba­tas. Berdasarkan undang-undang ketua umum dan sekjen definitif yang bisa mengambil segala kebijakan yang dibutuhkan. Berarti harus ada munas. Kalau munasnya diselenggarakan 2018, sudah sibuk kami dengan segala macam kegiatan opera­sional pilkada, pileg, dan pilpres. Sehingga yang tersisa dan paling baik itu ya tahun ini.

Selain itu Plt kalau saran dari Dewan Pakar Partai Golkar adalah dengan tugas itu koma, tidak berhenti. Plt kami setuju, dengan tugas menangani sehari-hari biar ada penimpinnya yang baru, dan juga harus menyiapkan penyelenggaraan munaslub den­gan waktu sesingkat-singkatnya, dalam tahun 2017 ini. Jadi bu­kannya berkepanjangan. Sebab kalau mengandalkan Plt di saat pileg dan pilpres itu tidak bisa berfungsi secara optimal, karena tidak legitimate.

Kalau situasi dibiarkan tenang dulu dan baru men­gadakan munaslub awal 2018 bagaimana?
Ya...beginilah, lebih cepat, lebih baiklah. Supaya segera ada kepastian. Kalau bisa 2018 itu sudah tidak bicara lagi soal internal melulu. Kami sudah bicara bagaimana penggalan­gan, bagaimana logistiknya, bagaimana saksi-saksi, begi­tu. Kalau bolak-balik dengan masalah intern kami seperti jalan di tempat jadinya.

Didorongnya munaslub ini kan berpotensi menyebabkan perpecahan, dan mengganggu persiapan Golkar. Apa tangga­pan Anda terkait hal ini?
Situasi dan kondisinya me­mang mau tidak mau harus di­lakukan. Kami mengusung asas praduga tak bersalah, tapi partai juga tidak boleh tersandera. Karena waktunya sudah semakin dekat. Puncaknya berpartai itu 208-2019.

Saat itu kami sudah tidak bisa lagi bicara soal ke dalam, tapi bicara soal ke luar. Soal perpecahan itu saya kira hal biasa. Setiap kongres, munas, dalam satu atau dua bulan pasti ada goncangan. Namanya juga negara demokrasi.

Tapi saat ini Anda apa sudah punya kandidat yang bisa kon­disi yang ada saat ini ke arah yang lebih baik?
Saya tidak etislah kalau mem­bicarakan soal itu. Kalau dari kriteria yang utama sekarang ini sebaiknya ketum itu betul-betul yang tidak punya masalah hu­kum, tidak berpotensi melanggar hukum. Track recordnya kan bisa dilihat. Saya berharap itu dari kader Golkar yang sudah berpengalaman, sehingga sudah familiar, sudah mengenal karak­teristik Partai Golkar, sudah mengenal kebutuhan partai, sudah mengenal permasalahan partai, dan sudah mengenal langkah-langkah yang harus dilakukan oleh partai.  ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya