Berita

RMOL

Bisnis

Borouge Hadirkan Inovasi Baru Kemasan Plastik Polyethylene Untuk Asia Tenggara

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 21:39 WIB | LAPORAN:

Produsen dan penyedia solusi di bidang kemasan plastik berkualitas Borouge mengumumkan ketersediaan Anteo, sebuah produk kemasan plastik berjenis linear low density polyethylene (LLDPE) terbaru untuk kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia dan India.
 
Borouge memperkenalkan Anteo melalui serangkaian acara yang digelar di Jakarta, New Delhi, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Ho Chi Minh City. Merupakan tindak lanjut dari peluncuran global yang telah diselenggarakan bersama Borealis, produsen polyethylene dan polypropylene terkemuka pada 25 Oktober 2017 di Austria, Abu Dhabi, dan Shanghai.
 
"Dilengkapi teknologi Borealis Borstar Bimodal Terpolymer (BBT), Anteo tidak hanya menawarkan solusi aplikasi kemasan berlapis yang fleksibel dan berkinerja tinggi. Tetapi juga sebuah kombinasi unik dalam hal pengaplikasian film berkinerja tinggi untuk beragam sifat serta pemanfaatan akhir dari kemasan plastik," kata Michael Pell, senior vice president marketing Borouge, kepada redaksi, Senin (20/11).
 

 
Dia menjelaskan, kombinasi tersebut menghasilkan resin polyethylene berkualitas dengan tingkat proses tinggi. Keunggulan itu semakin diperkuat dengan disematkannya beragam karakteristik yang teruji memiliki kualitas tinggi dalam hal fleksibilitas, kekakuan, kekuatan, kemurnian, kekuatan seal, serta tampilan yang menarik.
 
"Sebagai bahan baku utama untuk aplikasi kemasan berlapis yang ramah lingkungan Anteo membantu para pelanggan membuka berbagai peluang baru dalam hal kemasan produk. Ini semua dimungkinkan berkat kombinasi unik dari beragam sifat yang dapat dihasilkan dan tingkat kinerja dari masing-masing sifat tersebut yang terbukti tinggi. Manfaat dari Anteo telah dirasakan oleh lebih dari 100 pelanggan Borouge dan Borealis di seluruh dunia," papar Michael.
 
Anteo memiliki kelebihan berupa tingkat proses yang tidak tertandingi yakni kemudahan pemrosesan pada tingkat extruderpressure yang lebih rendah, 15 persen lebih rendah dari metallocene LLDPE sealants konvensional, dan konsumsi energi yang lebih hemat. Kemudian keutuhan segel dan kecepatan penyegelan, di mana kecepatan tinggi dapat dicapai bila digunakan sebagai material penyegel pada film yang dilaminasi maupun yang tidak dilaminasi sehingga mengurangi konsumsi energi dan limbah.

"Serta tingkat ketahanan terhadap tusukan yang lebih baik. Ini menjadi aspek penting untuk mengurangi kerusakan dan potensi kerusakan pada isi kemasan," beber Michael.

Dia menambahkan, Borouge memproduksi Anteo di Ruwais, Uni Emirat Arab. Perusahaan berani menjamin ketersediaan bahan baku untuk pelanggan di seluruh dunia berkat kemampuan yang telah teruji dalam hal produksi, penanganan material, hingga suplai suku cadang berskala global. Seri pertama dari rangkaian produk Anteo yakni Anteo FK1820 dan Anteo FK1828 saat ini sudah tersedia di Eropa, Timur Tengah, Rusia, Afrika, dan Asia.
 
"Borouge tak akan berhenti berinovasi demi terus menciptakan nilai tambah di industri pengemasan produk. Processability dan penyegelan berkinerja tinggi yang ditawarkan Anteo jelas mampu menghadirkan efisiensi, keandalan, dan kualitas pada film conversion maupun kemasan untuk produk konsumen dan industri," ujar Michael.
 
"Sebagai business enabler kami sangat antusias karena bisa membawa Anteo dan segudang manfaatnya ke seluruh mitra di Asia Tenggara dan India. Di sisi lain, melalui Anteo, kami juga semakin memantapkan posisi sebagai katalisator inovasi di industri kemasan produk," imbuhnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya