Berita

Net

Politik

Dedi-Hery Pasangan Ideal Nasionalis Religius

MINGGU, 19 NOVEMBER 2017 | 17:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dukungan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi maju sebagai calon gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hery Haryanto Azumi kembali disuarakan kalangan muda Nahdliyin.

Pergerakan Nadhliyyin Indonesia (PNI) Jabar mengusulkan nama Hery Haryanto Azumi.

Koordinator PNI Jawa Barat Yosep Yusdiana menilai, pasangan Dedi Mulyadi-Hery Haryanto Azumi bisa menjadi solusi bagi perkembangan sejarah Jabar.


"Koalisi politik kultural nasionalis-NU menjadi jawaban pada pertarungan pilkada Jawa Barat," ujar Yosep kepada redaksi, MInggu (19/11).

Dedi Mulyadi dengan latar belakang nasionalis akan sangat memberikan warna positif apabila didampingi oleh Hery Haryanto Azumi yang memiliki latar belakang NU. Ide kultural nasionalis dan NU diyakini sama-sama menyentuh kepentingan wong cilik.

"Komitmen Hery sebagai warga NU tidak diragukan lagi. Kuat, muda dan cerdas. Ini akan bagus sekali jika dikombinasi dengan kang Dedi Mulyadi yang juga sosok muda yang mengakar dan merakyat. Jadi nasionalis yang NU dan NU yang nasionalis," jelas Yosep.

Penggerak Komunitas Anak Muda NU Jawa Barat Dzikri menilai, pasangan Dedi-Hery dinilai mampu memecahkan kebuntuan eskalasi politik Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Dedi sendiri dinilai adalah pemimpin ideal bagi Jabar, lantaran tindakannya selalu berpijak pada nilai filosofis kesundaan dalam memimpin rakyat. Meski jaran menjadi viral di sosial media, akan tetapi Dedi rajin blusukan ke masyarakat. Keterpilihan Dedi sebagai seorang nasionalis dan merakyat tidak perlu diragukan lagi. Kepemimpinan Dedi dua periode sebagai Bupati Purwakarta menjadi medan uji.

"Dedi ini nasionalis dekat dengan para ulama, kyai atau ajengan. Kerja konkretnya bisa dilihat ketika dia menerapkan pendidikan berkarakter kepesantrenan di sekolah-sekolah di Purwakarta. Dedi juga dekat dengan ulama-ulama NU Jabar seperti KH Abun Bunyamin Ruhiyat, Cipasung yang merupakan ulama khos Jabar," katanya.

Karenanya, Dedi sangat pas dipasangkan dengan Hery yang menjadi sosok mercusuar di kalangan anak muda NU yang mempunyai jaringan tingkat nasional. Secara kultur, Hery sudah dikenal kalangan ulama, kyai, ajengan NU.

"Kondisi tersebut menguntungkan, sebab di Jabar sangat banyak pondok pesantren yang secara kultur budaya dan keagamaan mempunyai frekuensi yang sama dengan NU. Jaringannya massif," terang Dzikri.

Sementara, peneliti Lingkar Kaji Isu-isu Strategis Muhammad Syarif menambahkan, sosok Hery Haryanto Azumi patut diperhitungkan sebagai bakal calon wakil gubernur Jabar. Sebagai intelektual muda NU, dia cukup dikenal dan memiliki modal jejaring kultur yang sangat masif di Jabar.

"Hery Haryanto Azumi itu kader muda NU level nasional. Dia juga sudah teruji kepemimpinan nasionalnya. Jaringannya juga luas," ujarnya.

Syarif menambahkan, Hery Haryanto Azumi mampu meraup cukup banyak suara dari kalangan muda NU.

"Saya yakin gerakan kultur yang selama ini Hery lakukan bisa menggerakkan mesin anak-anak muda NU di Jabar. Ibaratnya mesin bisa dipanasi lagi," ucapnya.

Bagaimana tanggapan Hery terkait usulan menjadi cawagub Dedi? Hery mengaku akan meminta ijin terlebih dahulu kepada ulama Jabar.

"Di dalam tubuh NU itu ada budaya meminta masukan dari para orangtua (kyai). Jika memang direstui para kyai dan aspirasi dari bawah Insya Allah," katanya saat dihubungi. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya