Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang berhasil menyelamatkan Papua dari kelompok kriminal bersenjata maupun gerakan separatis yang mencoba menguasai Indonesia.
Hal itu dikatakannya ketika membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pendidikan Bela Negara di lingkungan resimen mahasiswa se-Provinsi Jawa Timur di Tumapel Room Singhasari Resort, Kota Batu, Malang, Jumat (17/11).
"Cinta negara terutama untuk para mahasiswa dan para pelajar betul-betul dihadirkan untuk mereka menjadi bagian yang akan melanjutkan keberlangsungan negara ini," katanya.
Hidayat menjelaskan, cinta negara adalah untuk memastikan bahwa NKRI dengan ideologi Pancasila akan berkelanjutan. Sehingga beragam tantangan apa yang namanya radikalisme, terorisme, komunisme, liberalisme, termasuk sparatisme melalui jalur pendidikan anak-anak muda akan mudah dikoreksi. Artinya, ketika anak muda punya semangat sangat kuat untuk membela negara maka kepada mereka diberi pemahaman yang baik tentang negara Indonesia.
Menurut ketua MPR periode 2004-2019 itu, MPR melakukan sosialisasi empat pilar menjadi bagian kontribusi MPR untuk memastikan Indonesia dari beragam ancaman. Hidayat berharap, generasi muda memiliki peran besar karena secara demokrafis menjadi mayoritas di Indonesia, dan mereka juga akan melanjutkan kepemimpinan.
"Jadi tentunya mereka harus mempersiapkan diri. salah satu caranya melalui pemahaman yang baik dan benar tentang Pancasila," ujarnya.
Karena itu, kesadaran bela negara penting untuk ditanamkan sebagai landasan sikap dan perilaku bangsa Indonesia untuk membangun daya tangkal dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman, sekaligus untuk mewujudkan pertahanan dan ketahanan nasional. Masa depan yang lebih baik akan terwujud apabila memiliki landasan ideologi, konstitusional, dan komitmen kebangsaan yang kuat, dan menghargai kebhinnekaan.
Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode Pendidikan Bela Negara di Kota Batu ini diikuti 100 mahasiswa anggota resimen mahasiswa dari 22 perguruan tinggi di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung pada 17-20 November.
[wah]