PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) menggelar bakti sosial di Desa Telajung, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kegiatan itu, warga Desa Telajung mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan umum, gigi, hingga paket sembako murah.
Bakti sosial ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PII yang menyasar masyarakat di wilayah yang terdampak proyek infrastruktur pemerintah. Warga Desa Telajung sendiri terdampak proyek Tol Elevated Jakarta-Cikampek yang sedang dibangun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Plt. Direktur Utama PT PII Armand Hermawan mengatakan, acara ini juga sebagai rangkaian acara menuju Sewindu PT PII yang akan jatuh pada bulan Desember 2017.
"Kami memang menyasar kepada warga yang terdampak infrastruktur. Selain di sini juga ada di warga Batang (Jawa Tengah) yang terdampak jalan tol dan pembangkit listrik," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/11).
Warga Desa Telajung membeli paket sembako senilai Rp 150 ribu dengan harga hanya Rp 25 ribu. Sebanyak 800 paket sembako dijual di acara tersebut. Selain itu, PII juga membangun dua toilet di SD Negeri Telajung 04 yang berada di sebelah kantor desa.
Kepala Desa Telajung Samen mengatakan, jumlah warga di desanya hampir 7.000 kepala keluarga dengan total sebanyak 23 ribu jiwa.
"Kami distribusikan kupon kepada warga yang kurang mampu melalui ketua RT dan RW," ujarnya.
Program tanggung jawab sosial PII juga digelar di Jabodetabek dan Garut, Serang, Banten, Karimun, Batang, Solo, Tuban, Malang dan Pandaan Jawa Timur. Kemudian Tulang Bawang, Tapanuli, Jambi, Riau, Manado, Sulawesi Utara, dan Balikpapan. Di mana sebagian besar merupakan tempat proyek PII berada.
"Kewajiban CSR adalah untuk tetap menciptakan hubungan perseroan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat," jelas Armand.
Adapun, kegiatan CSR dan PKBL yang telah dilakukan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan melakukan penanaman 1.000 bibit tanaman, pemberian bantuan dan renovasi untuk tempat ibadah, asrama dan pondok pesantren. Kemudian pembangunan sarana air bersih, pembangunan pasar, pelatihan pendidikan berwawasan lingkungan, seminar pelatihan guru, bantuan pembangunan fasilitas pendidikan dan beasiswa mahasiswa berprestasi serta bakti sosial di berbagai desa seluruh Indonesia.
[wah]