Berita

Novanto-Hilman/Net

Hukum

Metro TV Juga Akan "Sidang" Hilman Mattauch

JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 | 14:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Nama Hilman Mattauch SAB saat ini sedang ramai diperbincangkan. Hilman yang bertugas sebagai kontributor Metro TV adalah orang yang menyopiri Ketua DPR Setya Novanto saat kecelakaan.

Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Salamun mengatakan pihaknya memang mengundang ketua umum Partai Golkar itu untuk menjadi narasumber dalam salah satu program Metro TV.

Sesaat sebelum kecelakaan itu, dia mengaku menugasi banyak reporter termasuk Hilman untuk mencari keberadaan Novanto.


"Lalu kami cari itu (Setnov), yang dapat Hilman. Sore harinya dia melapor bahwa bersama Setnov. Karena dia bersama Setnov kita suruh bawa dia ke studio, lalu terjadilah peristiwa itu. Katanya setelah ke studio akan ke KPK seperti ceritanya pengacaranya itu," papar Don Bosco, Jumat (17/11).

Don Bosco menjelaskan, dalam beberapa kasus wartawan Metro TV memang kadang menjadi sopir untuk memastikan narasumber tiba tepat waktu ke studio.

Namun demikian, pihaknya juga akan tetap melakukan pemeriksaan internal kepada Hilman apakah ada pelanggaran kode etik terkait insiden tersebut.

"Kami lagi telusuri internal kenapa dia yang harus nyopiri, kenapa kejadian begitu. Cuma kita anggap masih upaya bagian mendatangkan Setnov ke studio," ujar Don Bosco.

Ditegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika ada pelanggaran kode etik.

Kamis siang, Polda Metro Jaya menetapkan Hilman Mattauch sebagai tersangka karena mengemudikan mobil sembari memainkan telepon genggam. Hilman dijerat pidana pelanggaran lalu lintas dengan ancaman hukuman tiga bulan penjara.

Setya Novanto dilarikan ke RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan setelah mobil yang dosipori Hilman mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau.

Novanto sempat menghilang saat penyidik KPK ingin menangkap dirinya di rumah pribadi, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11). KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka perkara korupsi KTP elektronik. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya