Berita

Setya Novanto/net

Hukum

Tak Mau Tetapkan Status DPO, KPK Masih Sabar Menanti Setya Novanto

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 16:48 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengetahui keberadaan Ketua DPR Setya Novanto hingga saat ini. Meski begitu lembaga anti rasuah tersebut masih mempertimbangkan akan memasukan Novanto ke Daftar Pencarian Orang (DPO) di Polda Metro Jaya.

"Saat ini, terkait dengan DPO, tim KPK masih membahasnya. Setelah kami mendatangi rumah SN kemarin, juga sudah disampaikan agar yang bersangkutan beritikad baik dengan cara menyerahkan diri dan koperatif dengan proses hukum," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/11).

Febri menyampaikan bahwa KPK juga mengingatkan kepada pihak-pihak yang mengetahui keberadaan Novanto agar memberitahu kepada KPK. Febri menjelaskan, jika ada pihak yang dengan sengaja melindungi atau memberikan persembunyian kepada Novanto berisiko ditindak pidana sesuai aturan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman pidana 3 hingga 12 tahun.


"Jadi kami harap hal ini tidak perlu terjadi jika ada kerjasama dan itikad baik untuk datang ke KPK," imbuhnya.

Keberadaan Novanto tidak diketahui publik sejak kemarin malam. Tim Satgas KPK yang melakukan penggeledahan di rumah Novanto dan membawa surat perintah penangkapan (SPP) pun tidak menemukan Ketua Umum Golkar itu dikediamannya.

Hari ini juga seharusnya Setya Novanto dijadwalkan jalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dalam perkara KTP-el.

"Hari ini juga dijadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi untuk penyidikan dengan tersangka ASS. Datang menghadap penyidik merupakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi," tutur Febri.

Beberapa saksi juga diperiksa penyidik baik untuk Anang maupun Novanto. Saksi-saksi yang diperiksa KPK di antaranya keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi; Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Aburizal Bakrie; politisi Golkar, Ahmad Haviz; dan pihak Swasta Made Oka Masagung. Dari keempat saksi, baru Aburizal Bakrie yang telah selesai jalani pemeriksaan di KPK. [san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya