Berita

Bowo Sigit Pangarso/Net

MPR Memilih Demak Karena Dikenal Sebagai Kota Wali

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. MPR RI menggelar Pagelaran Wayang Kulit dalam Sosialisasi Empat Pilar dengan dalang Ki Sigid Ariyanto dalam lakon "Manunggaling Mustikaning Jagad" (Wahyu Pancasila) di depan Kantor Bupati Demak, Rabu malam (15/11).

Pagelaran seni budaya wayang kulit ini dihadiri Anggota MPR RI dari Fraksi Golkar, Bowo Sigit Pangarso, Bupati Demak HM. Natsir, Wakil Bupati Demak Joko Sutanto dan Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi, Muhamad Jaya.

Bowo mengatakan, pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari sosialisasi Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.


"Selain Forum Diskusi Group, MPR juga menggelar pagelaran wayang kulit agar masyarakat tahu dan mengerti dalam mengamalkan Pancasila," katanya.

Bowo mengatakan, Pancasila dilahirkan melalui pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945, dalam pidato tersebut Soekarno menyebutkan, nilai-nilai Pancasila digali dari budaya Indonesia.

"MPR RI memilih Demak dikenal sebagai kota wali untuk tempat pagelaran. Kebetulan saya berasal dari Demak. Mudah-mudahan setiap tahunnya Demak akan menjadi tempat pagelaran wayang kulit," kata Bowo.

Lebih lanjut ia mengatakan, tema Wahyu Pancasila atau Manunggaling Mustikaning Jagat ini merupakan bentuk pelestarian wayang kulit dari Demak yang diciptakan oleh Bapak Dalang, yakni, Sunan Kalijaga dikenal pandai mendalang yang dulu menetap di Kadilangu, Demak, sebagai media dalam syiar Islam.

"Semoga menambah wawasan untuk mencintai Pancasila dan mempertahankan NKRI. Bangsa ini bisa jaya bila Pancasila diamalkan," ujar Bowo.

Muhamad Jaya mengatakan, pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan oleh MPR sebagai bentuk kepedulian dan menjadi bagian dari Sosialisasi Empat Pilar yang mencerminkan kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan gotong royong.

Maka menurut Jaya, selaras dengan sosialisasi empat pilar sebagai perekat bangsa, sosialisasi bisa terwujud dengan efektif.

Lakon yang ditampilkan, tentang Pandhawa yang kehilangan pusaka Jamus Kalimasada, sehingga mereka tidak mempunyai kekuatan, karena ditinggal perisainya.

Sehingga Pandhawa lima dan Raden Setyaki berusaha mengejar  Prabu Karna untuk mengambil kembali pusaka tersebut.

Karena kesaktian Jamus Kalimasada maka siapapun yang terkena pusaka akan berubah wujudnya. Alhasil, Setyaki berubah menjadi rantai, Nakula dan Sadewa berubah menjadi Padi dan Kapas, Bima berubah menjadi pohon beringin. Puntadewa berubah menjadi Bintang.

Atas petunjuk Semar, maka Arjuna sebagai Banteng dan Semar berubah menjadi burung Garuda  berusaha merebut kembali Jamuskalimasada dari Basukarna.

Akhirnya atas kekuatan Garuda, Jamus berubah menjadi perisai, dan Pandhawa menyatu dalam perisai. Kembalinya Jamus Kalimasada dan Pandhawa, negara Amarta menjadi aman kembali.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, masyarakat Demak bangga bisa menjadi tempat pagelaran wayang kulit. Ini sebagai wujud kecintaan pada bangsa dan negara.

"Mudah-mudahan pagelaran wayang kulit ini meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada pengamalan empat pilar."

Sigit Ariyanto, dalang muda kelahiran 1979 asal Rembang ini menamatkan sekolah seni perdalangan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Surakarya pada 2003. Ia pernah meraih juara II Festival Dalang tingkat Jateng pada 2004, Duta Indonesia dalam Festival Wayang ASEAN lakon "Ciptoning" pada 2006 dan penyaji terbaik dan sanggit lakon terbaik dalam Festival Wayang Indonesia tahun 2008 di Yogyakarta. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya