Berita

Foto: Net

Nusantara

PILKADA TANGERANG 2018

Petahana Belum Ada Lawan Sebanding

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 03:30 WIB

Arief Rachadiono Wismansyah relatif berani memunculkan nama dari kalangan profesional yang tak memiliki basis dan afiliasi politik kemanapun.

Hal itu dikatakan pengamat politik UIN Hidayatullah, Adi Prayitno saat berbincang dengan Kantor Berita Pemilu, Rabu malam (15/11).

"Itu artinya, Arief cukup confident (PeDe) bakal memenangkan pertarungan di kota Tangerang dengan mudah. Sehingga wakil yang dirangkul tak harus berdasarkan elektabilitas dan basis politik," ungkapnya.


Adi menganalisa, sejauh ini belum ada lawan tanding yang sebanding dengan Arief sebagai kompetitor serius. Wakil Walikota Tangerang Sachrudin yang digadang-gadang bakal maju, nyatanya belumm dapat dukungan penuh dari partai Golkar.

Bahkan partai beringin dikabarkan mencabut dukungan ke Ketua Golkar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tangerang itu karena dianggap tidak serius maju.

"Dua hal inilah yang menjadi faktor kepercayaan diri Arief meningkat. Sehingga dia bisa memilih calon sesuka hati tanpa pertimbangan elektabilitas untuk mendampinginya," papar Adi.

Namun, Arief juga perlu mewaspadai potensi kemunculan lawan yang sepadan. Untuk itu, dirinya, perlu mempersiapkan calon wakil yang memiliki kekuatan politik.

"Akan beda ceritanya jika lawan Arief nantinya sepadan. Tentu Arief akan berfikir ulang soal wakil yang dapat mendongkrat perolehan suaranya," demikian Adi.

Sebelumnya, kandidat calon pendamping petahana Arief kian mengerucut. Arief mengaku sedang melakukan komunikasi secara intens dengan Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) di Singapura, Ricky Kusmayadi.

Masuknya kalangan profesional sesuai visi Arief untuk meningkatkan iklim investasi di kota seribu industri dan sejuta jasa tersebut.

Apalagi, kandidat lulusan Universitas Diponegoro itu dinilai Arief memiliki pengalaman tujuh tahun di bidang penanaman modal. Termasuk dalam pemasaran skala global. [sam]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya