Berita

Foto: Net

Hukum

Novanto Ditarget KPK, Beda Dengan Ahok

KAMIS, 16 NOVEMBER 2017 | 00:32 WIB | LAPORAN:

Pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih menarget individu dari pada tujuan pemberantasan korupsi.

Begitu dikatakan aktifis Gerakan Indonesia, Adhie Massardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/11).

Menurutnya, perkara dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret Ketua DPR, Setya Novanto terkesan dipaksakan. Padahal Novanto  menang dalam praperadilan.

"Novanto ini sudah terkesan urusan personal, contohnya adalah ketika dia mengajukan ke praperadilan, kan belum ada keputusan dari MK itu KPK sudah bilang kalau ini lolos kita tersangkakan lagi,” jelasnya.

Adhie kemudian memberi contoh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang tidak pernah ada tindak lanjut dari KPK.

"Contohnya Ahok, itu kan dari beberapa laporan BPK seperti penggunaan dana budgetter itu banyak penyimpangan yang dilaporkan ke KPK tapi didiamkan saja," imbuhnya.

Untuk beberapa hal, lanjutnya, karena KPK dalam pemberantasan korupsi targetnya adalah orang, tentu kalau bukan orang yang ditarget pasti akan diabaikan.

"Karena orangnya bukan target, ya KPK bilang kita melihat dia (Ahok) bukan orang jahat lalu selesai dan Novanto terus dikejar," imbuhnya.

"Padahal kan niat jahat bisa dibuktikan di pengadilan," tukas Ardhie Jubir Presiden era Gus Dur itu. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya