Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei: Tiongkok Ancaman Terbesar Indonesia

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 16:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbaru tentang persepsi publik terhadap pemberitaan dan isu-isu internasional bertema "Membedah Persepsi Publik Terhadap Ancaman dari Luar Negeri" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Direktur Riset Median, Sudarto mengatakan ketika diberikan pertanyaan tanpa diberikan daftar pilihan, negara mana di dunia ini yang menjadi ancaman terbesar bagi Indonesia, hasilnya para responden menjawab Tiongkok duduk di posisi pertama dengan persentasi 22,7 persen.

Disusul urutan kedua sampai kelima, Amerika Serikat (14,1 persen), Malaysia (7,8 persen), Israel (3,2 persen) dan Myanmar (1,7 persen).


"Publik menganggap bahwa Tiongkok sebagai negara yang memberi ancaman terbesar bagi Indonesia, karena beberapa faktor ekonomi menjadi alasan terbesar mengapa Tiongkok dianggap sebagai ancaman," katanya.

Sudarto menuturkan, alasan publik menganggap Tiongkok sebagai ancaman bagi Indonesia dikarenakan negara Tirai Bambu itu menguasai ekonomi Indonesia. Persepsi publik akan hal ini mencapai angka 31,2 persen.

"Sementara itu publik juga menilai produk China terlalu dominan di Indonesia sebesar 23,7 persen, komunis 7,5 persen, sudah banyak orang Tionghoa di Indonesia sebesar 6,5 persen dan membawa pornografi serta narkoba sebesar 6,4 persen," katanya.

Ditambahkan bahwa temuan ini membuktikan bahwa telah ada persepsi negatif publik terhadap Tiongkok, karena dominasinya terhadap ekonomi Indonesia belakangan ini. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama.

"Kenapa, karena masyarakat merasakan langsung masalah ekonomi," pungkas Sudarto.

Survei ini merupakan rangkaian temuan survei sebelumnya yang dilakukan pada 14 sampai 22 September 2017 terhadap 1.000 responden. Survei menggunakan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dengan margin of error sebesar 3,1 persen. Adapun survei pada tingkat kepercayaan 95 persen. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya