Berita

Foto/Net

Politik

Desakan Pencopotan Gus Irawan Disuarakan Di DPP Gerindra

RABU, 15 NOVEMBER 2017 | 14:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Desakan pencopotan Gus Irawan Pasaribu dari jabatan ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya di lakukan di Sumut. Permintaan itu kini sudah disuarakan ke kantor DPP Partai Gerindra, di Jl. Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan.

Selasa kemarin (14/11), perwakilan 14 ketua DPC Partai Gerindra se Sumut yang dipecat secara sewenang-wenang oleh Gus melakukan aksi pemasangan spanduk di markas Gerindra.

Mereka menuntut agar DPP yang dikomandoi Ketua Umum Partai Gerindra Jetjen TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk segera mencopot Gus.


Salah seorang ketua dari 14 DPC yang dicopot, Khoiruddin Nasution alias Barco mengatakan aksi demo yang mereka lakukan untuk menyelamatkan Partai Gerindra di Sumut yang diambang kehancuran.

"Intinya segera copot Gus Irawan," ujar mantan ketua DPC Gerindra Kabupaten Mandailing Natal ini kepada redaksi, Rabu (15/11).

Menurut Barco aksi demo yang mereka lakukan di kantor DPP Partai Gerindra dengan memasang puluhan spanduk, karena menilai Gus telah merusak citra dan kesolidan Gerindra di Sumut jelang Pilkada 2018 dan menyambut Pemilu 2019.

Beberapa isi spanduk yang dipasang dengan foto Prabowo Subianto bertiliskan; "Kami Kader Tidak Terima Gus Irawan Merusak Partai"; "Gus Irawan Dicopot Gerindra Sumut Pasti Selamat"; "Gus Irawan Sang Penghancur Partai Gerindra"; dan "Pergantian 17 DPC Ajang Transaksional Gus Irawan".

Barco mengungkapkan, apabila DPP tidak segara mencopot Gus dari kursi ketua DPD Partai Gerindra Sumut, pihaknya akan melakukan kasi serupa dengan massa yang lebih banyak di markas Gerindra termasuk di pusat ibukota Bundaran HI Jakarta.

"Kalau memang tidak didengar, kami akan demo di Bundaran HI. Intinya pemecatan belasan ketua DPC Geridra di Sumut harus direspon Pak Prabowo," pungkas Barco. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya