Berita

Ali Wongso/RMOL

Hukum

SOKSI: Jokowi Perlu Turun Tangan Selamatkan Supremasi Hukum

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 23:43 WIB | LAPORAN:

Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu turun tangan untuk menegakkan supremasi hukum, terutama dalam penyelesaian kasus korupsi kartu identitas elektronik (KTP-el).

Ketua Umum Depinas SOKSI Ali Wongso Sinaga mengatakan, pihaknya mengamati perbedaan tafsir hukum yang berkembang terhadap undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi terkait hak imunitas DPR dalam kasus KTP-el yang dianggap berpotensi menimbulkan kegaduhan. Sehingga dapat merugikan pembangunan dan eksistensi bangsa.

"Karena itu diharapkan Bapak Presiden Joko Widodo selaku kepala negara perlu turun tangan selamatkan tegaknya supremasi hukum. Dalam rangka kepentingan bangsa dan negara," kata Ali Wongso kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/11).


Menurutnya, dalam sejarah, tafsir hukum oleh siapapun terkadang potensial terpengaruhi kepentingan politik tertentu baik langsung maupun tidak. Karena itu, jika terjadi perbedaan tafsir hukum yang kontras dan tajam antara para ahli dan praktisi maka perlu dicermati komprehensif tentang apa dan bagaimana dinamika politik yang terjadi pada waktu sebuah kasus mencuat ke publik.

"SOKSI menaruh harapan dan kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo untuk turun tangan. Dalam arti bukan mencampuri hukum tetapi justru menyelamatkan supremasi hukum itu sendiri bagi kepentingan bangsa dan negara," jelas Ali Wongso.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan adanya peran besar dan strategis yang dilakukan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto. Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang terpilih dalam Munaslub Golkar 2016 langsung mereposisi politik partai dari oposisi menjadi pendukung pemerintahan Jokowi, bahkan menginisiasi pencalonan kembali Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Semua itu menggambarkan fakta konsistensi dan kapasitas serta kemauan politik Novanto menjalankan putusan munaslub mendukung pemerintahan Jokowi. Dengan membawa akibat politik berupa hambatan bagi para lawan politik Jokowi.

"Peran Setya Novanto dan Partai Golkar yang mendukung pemerintahan Joko Widodo menghadapi resiko tinggi untuk digoyang oleh konspirasi kepentingan politik, termasuk mereka yang anti Pak Jokowi. Dan bukan tak mungkin mengeksploitasi kasus hukum tertentu," demikian Ali Wongso. [wah]  

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya