Berita

Presiden Joko Widodo dan Anindya Bakrie (berdiri)/RMOL

Dunia

Anindya Bakrie: Indonesia Pantas Jadi Role Model Pemerataan Pembangunan

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 23:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Indonesia mengedepankan kebutuhan role model pembangunan ekonomi yang berorientasi pemerataan dalam KTT ASEAN di Manila, Filipina, yang sedang berlangsung (Selasa, 14/11).

Agenda ini adalah kelanjutan dari pembahasan yang dilakukan pada APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialog dan APEC Leaders pada KTT APEC ke-25 di Da Nang, Vietnam, sebelumnya (12-13/11).

Ketua ABAC Indonesia Anindya N. Bakrie, mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, mengatakan bahwa isu pemberdayaan ekonomi di setiap daerah merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan ekonomi.
 

 
"Presiden Joko Widodo terus memperjuangkan isu kesenjangan dalam diplomasi international yang melibatkan 21 pimpinan negara APEC tersebut, melihat bahwa kesenjangan ekonomi ini terjadi dimana-mana, bukan hanya pada negara berkembang, melainkan juga pada negara maju," ujar Anindya.

"Indonesia sangat baik dijadikan role model, terutama melihat pencapaian dalam tiga tahun terakhir ini," katanya lagi.
 
Dia menambahkan, bahwa selama ini kendati sektor perdagangan dan investasi mengalami pertumbuhan, namun isu mengenai kesenjangan ekonomi masih terjadi di negara-negara anggota ASEAN dan APEC.

Presiden Jokowi, seperti dikatakan Anindya, menggarisbawahi bahwa apapun yang akan dilakukan haruslah menyoroti kesenjangan yang terjadi, juga upaya menciptakan ekuilibrium yang bisa menyelaraskan growth and equity untuk menciptakan ekonomi berkeadilan.

Beberapa kebijakan pemerintah Indonesia yang dapat dijadikan model, misalnya program dana desa dan penguatan kelembagaan dana desa.

Pemerintah bukan hanya mendistribusikan dana desa senilai Rp800 juta per desa namun juga memperdayakan dana tersebut sebagai cash for work. Pada tahun 2017 ini total dana desa mencapai Rp60 triliun.

Juga pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang untuk tahun 2017 ini ditetapkan sebesar Rp106,2 triliun.

Program ekonomi digital juga dinilai layak menjadi model. Dalam program ini pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan ekonomi digital sebagai variabel yang bisa menciptakan innovative growth.

Selain isu kesenjangan, Presiden Jokowi juga mengangkat isu ekonomi maritim mengingat dua per tiga wilayah negara-negara APEC dan ASEAN adalah perairan.

"Sama seperti dalam pertemuan KTT APEC di Da Nang Vietnam kemarin, Presiden Joko Widodo melihat bahwa perairan menjadi salah satu sektor ekonomi yang sangat penting. Terlebih lagi tujuh negara ASEAN merupakan anggota dari APEC. Sehingga usulan ini bisa menjadi role model pada ASEAN Summit ke-31 di Manila Filipina," jelas Anindya.
 
Beberapa dasar pemikiran Presiden Joko Widodo itu, menjadi visi dasar perjuangan ABAC Indonesia pada APEC pasca 2020, agar ekuilibrium antara pertumbuhan perekonomian dan keadilan tercipta bagi seluruh negara di Asia Pasifik sebagaimana landasan kerja sama KTT APEC Bogor Goals 1994 lalu.

Anindya Bakrie selaku ketua ABAC Indonesia yang mendampingi Presiden Joko Widodo pada KTT APEC di Da Nang, ikut merumuskan berbagai pembahasan yang menjadi isu penting bagi Indonesia tersebut, pada pertemuan ABAC yang telah berlangsung sebelumnya pada 5-8 November 2017, hingga berlanjut pada pembahasan di KTT ASEAN Summit ke-31 di Manila, Filipina.
 
APEC yang didirikan pada 1989, pada tahun ini memasuki fase finalisasi "Bogor Goals" mengenai liberalisasi perdagangan dan investasi pada tahun 2020, Indonesia diharapkan dapat terus berkontribusi. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya