Berita

Hukum

KPK Diingatkan, Korupsi e-KTP Libatkan Puluhan Pejabat dan Politisi

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 03:49 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menunjukkan keseriusannya membongkar mega skandal korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Ratusan massa yang tergabung dalam Komite Aksi Lawan Koruptor mendatangi gedung KPK dan menuntut untuk segera menangkap dan memenjarakan para koruptor yang terlibat kasus itu.

Koordinator Aksi Komite Aksi Lawan Korupsi Alvian Nurfitrah menyampaikan, korupsi masih menjadi penyakit yang akut dan  persoalan yang sangat sukar penanganannya di negeri ini.


"Para koruptor dengan mudahnya bisa lolos dalam jeratan kasus tersebut. Penegakkan hukum pun selalu kesulitan untuk menangkapnya karena selalu mendapatkan halangan dari oknum penjabat untuk menguak kasus tersebut," tuturnya, Senin (13/11).

Kasus yang sangat mencuat saat adalah sekandal mega proyek E-KTP yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

"Kasus ini melibatkan puluhan pejabat dan politisi yang menikmati uang skandal mega proyek E-KTP. Namun pengananan sampai saat ini masih menjadi polemik bagi lembaga penegakan hukum dan cenderung selalu di halangi proses penganannya. Tentu ini menjadi persoalan yang sangat memperihatinkan bagi kita karena korupsi mesih dirawat oleh kalangan  pejabat negeri ini untuk melanggengkan budaya koruptif di lingkaran para penguasa," tuturnya.

Dalam pengananan kasus skandal  proyek E-KTP, lanjut dia, KPK baru hanya menangkap dua tersangka dan bulan Juni yang lalu mendapatkan dan telah vonis penjara.

"Padahal kalau kita menilik kembali dalam dakwaan di persidangan JPU (Jaksa penuntut Umum)  menyebutkan ada sekitar 39 orang politisi dan mantan menteri yang menikmati uang haram E-KTP. Namun pada kenyataannya kasus proyek E-KTP ini masih mengalami banyak kendala dan cenderung banyak upaya untuk menhentikan proses penangannya yang membuat kasus ini menjadi berlarut-larut dalam proses pengannanya," ujarnya.

Dia mengingatkan, kejahatan korupsi ini harus menjadi persoalan yang sangat serius bagi penegakkan hukum untuk membersihkan perbuatan jahat tersebut teutama dikalangan pejabat dan politisi yang sangat erat dan rentan dengan kasus tersebut.

Bahkan, KPK harus lebih berani bertindak tegas untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang terlibat dalam kasus proyek E-KTP.

"Maka melihat situasi tersebut kami dari Komite Aksi Lawan Koruptor menyatakan sikap mendesak KPK untuk menuntaskan mega proyek E-KTP. Dan, KPK harus segera menangkap para mafia pelaku korupsi ini," ujarnya.

Dia mendesak KPK segera menggeruduk DPR dan para politisi yang terlibat kasus tersebut, sebab masyarakat Indonesia mendukung KPK memberantas korupsi.

"Jangan jadikan DPR sebagai 'sarang tikus' yang menjadi tempat melakukan korupsi oleh para koruptor berdasi. Tikus-tikus berdasi itu," pungkasnya. [sam] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya