Berita

Politik

Puan Muharani Ngobrol Bareng Trump

SELASA, 14 NOVEMBER 2017 | 01:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Selaku ketua Pilar Sosial Budaya ASEAN, Menko PMK Puan Maharani telah mengangkat ASEAN Declaration on Culture of Prevention yang merupakan deklarasi lintas pilar dan lintas sektor di ASEAN untuk diadopsi oleh para Kepala Negara ASEAN dalam KTT ASEAN ke-31.

"Deklarasi ini merupakan inisiatif pilar sosial budaya ASEAN untuk mempromosikan budaya dialog lintas agama dan lintas budaya," kata Puan.

Deklarasi Culture of Prevention ini merupakan salah satu dari 11 (sebelas) deklarasi pilar sosial budaya ASEAN di KTT ASEAN ke-31. Kegiatan kick-off dari deklarasi Culture of Prevention telah dilaksanakan di Jombang pada akhir Oktober 2017 yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI.


Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-31 yang diselenggarakan di Philippines International Convention Centre (PICC) di Manila (13/11).

Sidang KTT ASEAN ke-31 dibuka oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte dan dihadiri oleh 10 Kepala Negara ASEAN, Kepala Negara Mitra Wicara dan Organisasi Internasional Mitra Wicara ASEAN, yaitu Amerika, Tiongkok, Jepang, Kanada, India, Korea Selatan, Uni Eropa, PBB serta Para Kepala Negara  EAS (East Asia Summit) yaitu Rusia dan Selandia Baru.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Puan Maharani berbincang dengan Presiden AS  Donald Trump di sela KTT ASEAN dan US.

Dalam pidatonya di hadapan para Kepala Negara ASEAN, Presiden Joko Widodo menyampaikan, pada perayaan ulang tahun ASEAN yang ke-50 ini, ASEAN telah mampu menciptakan ekosistem stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara.

Namun, menurutnya lagi, ASEAN tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat banyak tantangan ASEAN seperti ancaman kejahatan lintas negara seperti terorisme. ASEAN membutuhkan suatu collective leadership yang kokoh dan dapat merespon dinamika perubahan di ASEAN dengan efektif.  [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya